Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Alternatif
  • Artikel
  • Lima Menit, Untuk Lima Tahun
  • Artikel

Lima Menit, Untuk Lima Tahun

Suara Mahasiswa April 10, 2014

Oleh : Faza Rahim/SM

“It’s hard to beat the system
When we’re standing at a distance
So we keep waiting, waiting on the world to change..” John Mayer – Waiting On The World To Change

Setelah empat tahun Bangsa ini terjebak dalam pemerintahan yang statis, akhirnya pesta demokrasi alias Pemili kembali terlaksana. 9 April 2014 lalu, masyarakat berbondong-bondong pergi ke Tempat Penampungan Suara terdekat untuk menyalurkan suara mereka. Untuk kembali berusaha meyakinkan diri pada kinerja pemerintah yang semakin hari semakin tidak meyakinkan.

Dua belas partai politik berpartisipasi di tahun 2014. Masing-masing mencalonkan kandidat terkuat mereka dalam kancah pemilihan kali ini. Wajah-wajah yang sebenarnya tidak begitu dikenali oleh masyarakat, dengan segudang visi misi yang ‘katanya’ akan menjadikan bangsa ini lebih baik. Dalam foto mereka tersenyum menjanjikan. Dapat memikat hati siapa saja yang melihatnya.

Sudah jadi rahasia umum, bahwasannya masyarakat Indonesia semakin hari semakin kritis. Semakin aktif dalam hal-hal berbau politik. Apalagi generasi muda. Generasi yang akan jadi calon penerus bangsa. Tetapi sayangnya, generasi yang disebut-sebut sebagai makhluk paling idealis ini rupanya ‘cukup mahal’ untuk menyumbangkan suara mereka dalam Pemilu. Hal ini terbukti dengan jumlah Golput Pada pemilihan tahun 2009 yaitu 39,10% dan diprediksi, tahun ini akan mengalami peningkatan. Padahal, dalam konteks keterbukaan dalam pemilihan umum, pemuda lingkup umur 17-21 tahun memiliki jumlah konstituen sekitar 19,7 juta orang (Sensus Penduduk 2010). Sebuah jumlah yang signifikan untuk menentukan arah kebijakan pemerintah mendatang melalui pemimpin-pemimpinnya. Sedangkan 45% dari hasil tersebut menyatakan bahwa pemilih muda tidak menggunakan hak suara mereka. Ironis bukan?

Kekecewaan pada sistem politik menjadi alasan klasik yang sering dikemukakan. Tetapi, apabila kita kembali berpikir dalam dimensi yang lebih luas, apakah dengan terus-terusan kecewa kita dapat memberikan perubahan signifikan untuk kemajuan bangsa ini? Apakah dengan hanya terus merutuk dan tidak memberis kontribusi apapun bangsa ini dapat jadi lebih hebat?

Membicarakan politik dan sekelumitnya kita seperti dihadapkan pada dua sisi koin yang saling bertolak belakang. Antara sisi baik dan sisi buruk. Tidak ada yang abadi dalam politik kecuali kepentingan. Namun bukan berarti tidak menyuarakan hak pilih kita adalah hebat. Memang generasi muda sering dikenal dengan sikap mereka yang dinilai cenderung keras kepala. Itu tidak salah. Tetapi tidak selamanya menjadi seperti itu benar.

Ada baiknya, kita sebagai generasi muda lebih cerdas dalam berpolitik. Manfaatkan apa yang seharusnya dapat kita beri. Penulis bukan orang yang bersih. Tetapi penulis disini, sekedar ingin berbagi, bahwa Golput tidak akan membawa bangsa ini kemana pun. Golput menjadikan suaramu dapat dimanipulasi oleh oknum entah untuk melejitkan voting partai mereka atau disalahgunakan oleh pemilih yang lain. Tidak ada salahnya dengan berani memilih dan mengambil keputusan. Perkara ini bukan hanya perkara biasa. Kita memilih lima menit, untuk lima tahun yang akan datang. Bukankah hidup adalah pilihan?

Sudah sebaiknya kita sadar, bahwa arus perubahan ada di tangan kita. Generasi muda.

Tags: @suaramahasiswa #pemilu Golput Index Ravi

Continue Reading

Previous: BEM Fikom Tampung Aspirasi Lewat Kotak Celoteh Fikom
Next: Hilang

Hal Terkait

Dari Kata Culture Menjadi Kalcer di Kalangan Gen-Z
  • Alternatif
  • Artikel

Dari Kata Culture Menjadi Kalcer di Kalangan Gen-Z

Desember 30, 2025
Praktik Kekuasaan Sistem Feodal dalam Pendidikan Indonesia
  • Alternatif
  • Artikel

Praktik Kekuasaan Sistem Feodal dalam Pendidikan Indonesia

Desember 13, 2025
Tradisi Pelestarian Alam dalam Balutan Pamali di Masyarakat
  • Alternatif
  • Artikel

Tradisi Pelestarian Alam dalam Balutan Pamali di Masyarakat

Desember 5, 2025

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Analisis Pandangan Netizen terhadap Konflik K-Netz vs SEAblings di Media Sosial
  • Advertorial

Analisis Pandangan Netizen terhadap Konflik K-Netz vs SEAblings di Media Sosial

April 11, 2026
BEMU Fokus Rampungkan Program Kerja di Sisa Masa Kepengurusan
  • Berita
  • Berita Kampus

BEMU Fokus Rampungkan Program Kerja di Sisa Masa Kepengurusan

Maret 18, 2026
Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker
  • Berita
  • Berita Harian

Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker

Maret 17, 2026
Pelaksanaan Pemira Belum Temui Kepastian di Sisa Satu Bulan Periode BEMU
  • Berita
  • Berita Kampus

Pelaksanaan Pemira Belum Temui Kepastian di Sisa Satu Bulan Periode BEMU

Maret 16, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.