Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Alternatif
  • Artikel
  • [Artikel] Tangan Tak Terlihat
  • ALL POST
  • Artikel

[Artikel] Tangan Tak Terlihat

Suara Mahasiswa Maret 12, 2014

“..Terdapat tangan-tangan tak terlihat yang mengendalikan dunia..”-Adam Smith, The Wealth of Nation (1776)

Uang, siapa yang tidak butuh uang? Tidak ada. Semua orang butuh uang. Apalagi di era globalisasi serta modernisasi yang semakin hari semakin meradang.Uang seperti jadi Tuhan, ia menjelma jadi apa saja. Makanan, minuman, pendidikan, politik, hukum, bahkan toilet umum. Uang seolah menjadi acuan dan manusia rela melakukan apapun demi mendapatkannya.Dalam sekelumit perebutan tentang uang, tanpa kita sadari, ada mereka yang menyaksikan , dan memanfaatkan uang dengan cerdas. Para kapitalis.

Kapitalisme tidak memiliki suatu definisi universal yang dapat diterima secara luas. Namun secara umum merujuk pada teori yang saling berkembang dan bersaing pada abad ke-19 dalam konteks ‘Revolusi Industri’, pada abad ke-20 dalam konteks ‘perang dingin’ yang berkeinginan untuk membenarkan kepemilikan modal dimana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai badan tertentu, untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Dan medianya adalah uang.

Kapitalisme sebenarnya merupakan bentuk penjajahan yang sudah lama ada. Yang kuat menekan yang lemah. Seiring berkembangnya jaman, kapitalisme dikemas secara epik oleh para kapitalis. Bahkan kita pun tidak sadar bahwa dalam setiap sendi kehidupan kita, sudah merasuk pada perilaku, kebiasaan, dan moral.

Lagi-lagi uang kembali dikambing hitamkan. Karena hanya dengan uang manusia kembali ke zaman purba. Rela melakukan apapun demi memilikinya. Berusaha menjadi yang terbaik dengan saling sikut. Halal dan haram pun melebur menjadi saru. Para kapitalis, hanya duduk manis diatas singgasana mereka. Dan kita pun terlambat untuk menyadari, bahwa kapitalisme adalah ‘tangan yang tak terlihat’.

Andai uang bisa bicara, mungkin dalam kebimbangannya ia akan berkata, “Aku bukan iblis. Tapi sering orang melakukan perbuatan iblis demi aku, si uang. Dan ingat, aku tak ada di surga. Jadi jangan mohon bantuanku..” (Faza Rahim/SM)

Tags: #Unisba #Suaramahasiswa #kapitalis #Aghis

Continue Reading

Previous: BEMU dan DAMU Resmi Dilantik
Next: Pameran Foto Jepret “Save Your Moment”

Hal Terkait

Dari Kata Culture Menjadi Kalcer di Kalangan Gen-Z
  • Alternatif
  • Artikel

Dari Kata Culture Menjadi Kalcer di Kalangan Gen-Z

Desember 30, 2025
Praktik Kekuasaan Sistem Feodal dalam Pendidikan Indonesia
  • Alternatif
  • Artikel

Praktik Kekuasaan Sistem Feodal dalam Pendidikan Indonesia

Desember 13, 2025
Tradisi Pelestarian Alam dalam Balutan Pamali di Masyarakat
  • Alternatif
  • Artikel

Tradisi Pelestarian Alam dalam Balutan Pamali di Masyarakat

Desember 5, 2025

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Analisis Pandangan Netizen terhadap Konflik K-Netz vs SEAblings di Media Sosial
  • Advertorial

Analisis Pandangan Netizen terhadap Konflik K-Netz vs SEAblings di Media Sosial

April 11, 2026
BEMU Fokus Rampungkan Program Kerja di Sisa Masa Kepengurusan
  • Berita
  • Berita Kampus

BEMU Fokus Rampungkan Program Kerja di Sisa Masa Kepengurusan

Maret 18, 2026
Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker
  • Berita
  • Berita Harian

Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker

Maret 17, 2026
Pelaksanaan Pemira Belum Temui Kepastian di Sisa Satu Bulan Periode BEMU
  • Berita
  • Berita Kampus

Pelaksanaan Pemira Belum Temui Kepastian di Sisa Satu Bulan Periode BEMU

Maret 16, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.