Kolaborasi AIESEC in USU & RRI Pro 2 Medan
AIESEC in USU hadir sebagai narasumber dalam program siaran langsung “Sore Bercerita” yang ditayangkan oleh RRI Pro 2 Medan pada Rabu (18/6) pukul 16.00 WIB. Acara ini juga bisa disaksikan ulang melalui kanal YouTube RRINET_MEDAN.
Salwa Batubara mewakili AIESEC in USU sebagai narasumber, membagikan pandangannya tentang bagaimana AIESEC membuka berbagai peluang bagi anak muda, terutama melalui program Global Volunteer. Dalam sesi bersama penyiar Argun, Salwa menceritakan pengalamannya selama bergabung dengan AIESEC dan bagaimana hal itu mengubah cara pandangnya tentang kepemimpinan.
Salah satu bagian menarik dari obrolan ini adalah penjelasan Salwa mengenai Global Volunteer, program sukarelawan internasional yang mengajak mahasiswa berkontribusi dalam proyek sosial lintas negara. Program ini mencakup berbagai isu seperti pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Salwa menegaskan bahwa Global Volunteer bukan sekadar kegiatan sukarela, melainkan bentuk nyata keterlibatan pemuda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Di Global Volunteer, kita nggak cuma pergi ke luar negeri untuk jalan-jalan. Kita betul-betul menyatu dengan komunitas lokal, belajar dari mereka, sekaligus membantu lewat aksi nyata,” ujar Salwa. Ia juga mengaku banyak belajar dari multikultural yang membuatnya lebih terbuka dan fleksibel dalam menghadapi perbedaan.
Siaran ini juga menjadi ruang untuk menjawab pertanyaan umum mahasiswa tentang AIESEC, seperti: “Harus jago bahasa Inggris?”, “Programnya mahal nggak?”, atau “Apa aja yang dipelajari dari kegiatan kayak gini?”
Dengan santai, Salwa menjelaskan bahwa AIESEC adalah ruang belajar. “Di sini kita tumbuh bareng. Nggak ada yang harus sempurna dulu baru mulai. Justru dari sini kita belajar public speaking, leadership, bahkan belajar mengelola emosi dan budaya kerja yang beda banget,” ungkapnya.
Selama sekitar satu jam, obrolan ini bukan cuma memperkenalkan program AIESEC, tapi juga menyampaikan pengalaman pribadi Salwa yang sangat relatable dengan kehidupan mahasiswa. Ia bercerita bagaimana awalnya ia ragu dan merasa belum cukup ‘pintar’ untuk ikut program internasional, tapi akhirnya justru menemukan banyak pelajaran dan dukungan selama prosesnya.
Salwa juga menyampaikan bahwa saat seseorang terlibat di dunia AIESEC, mereka akan menyadari bahwa ada banyak hal yang bisa dikontribusikan. Tidak perlu menunggu menjadi yang paling hebat terlebih dahulu; yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan keinginan untuk memberi dampak.
Penulis: Tia Anissa Rahma
