Rangkaian acara Pre-Event, Main Event, serta Post Event ALSA Care and Legal Coaching Clinic LC UI 2025
Asian Law Students’ Association (ALSA) merupakan organisasi mahasiswa hukum tingkat Asia yang bersifat non-politik dan non-profit, dengan ALSA Local Chapter (LC) Universitas Indonesia (UI)I sebagai salah satu LC yang aktif dalam kegiatan sosial dan edukatif. Pada tahun 2025, ALSA LC UI kembali menyelenggarakan rangkaian ALSA Care and Legal Coaching Clinic (CLCC) 2025 yang berfokus pada literasi kesehatan, advokasi hak pasien, dan penguatan pendampingan hukum bagi masyarakat.
Rangkaian Pre-Event dimulai pada Sabtu, (15/11) melalui kegiatan Wellness Day yang melibatkan warga Kampung Lio. Kegiatan dibuka dengan senam sehat bersama, lalu dilanjutkan dengan Medical Check-Up gratis yang terlaksana dengan berkolaborasi bersama Departemen Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Ikatan Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (BEM IKM FK UI) 2025.
Para fasilitator melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, tinggi dan berat badan, serta Indeks Massa Tubuh (IMT), sekaligus memberikan edukasi kesehatan yang mudah dipahami. Setelah rangkaian pemeriksaan selesai, panitia membagikan roti dan susu kepada seluruh peserta.
Acara utama kemudian diselenggarakan pada Sabtu, (22/11) di Gedung D Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Rangkaian edukasi dimulai dengan sesi pertama berjudul SUPPORT (Solidarity and Understanding for Patients’ Ongoing Recovery Through Community). Dipandu oleh psikolog yang ahli dalam bidangnya, peserta diajak memahami rasa lelah emosional maupun fisik yang sering muncul selama proses perawatan.
Pada sesi kali ini, diperkenalkan strategi TANGGUH yang mencakup Tenang, Adaptasi, Netralkan emosi negatif, Gigih, Gunakan solusi, Usahakan relasi sosial, dan Harus bersyukur. Beberapa orang tua membagikan kisah mengenai perjuangan anak mereka yang telah lama menjalani terapi cuci darah, sementara beberapa anak menceritakan bagaimana mereka belajar memahami kondisi kesehatan yang mereka hadapi.
Kegiatan berlanjut ke sesi SMILE (Sharing Moments In Love and Expression). SMILE menjadi salah satu momen paling menyenangkan bagi anak-anak yang tampak sangat antusias mengikuti setiap kegiatan. Mereka diajak berkreasi dan menggambar harapan serta impian menggunakan perlengkapan yang telah disiapkan panitia. Setiap karya kemudian dimasukkan ke dalam tumbler bening untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Suasana hangat dan ceria terlihat sepanjang sesi berlangsung.
Sesi ketiga adalah RIGHTS (Renal Patients’ Legal Rights and Healthcare Access), yang menghadirkan Ketua Umum KPCDI, Bapak Toni R. Samosir, sebagai pembicara. Beliau menjelaskan hak-hak pasien Gagal Ginjal Kronis dan menyoroti ketidakadilan dalam akses obat maupun pemeriksaan yang menurutnya masih belum sejalan dengan ketentuan Undang-Undang tahun 2023.
Selain itu, ia juga membahas kekurangan tenaga perawat serta tantangan nyata yang dihadapi pasien di berbagai daerah, sambil menegaskan bahwa keadilan kesehatan bagi anak tidak akan tercapai selama akses layanan ginjal masih bergantung pada lokasi tempat tinggal. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion yang memberikan ruang bagi orang tua dan peserta untuk berdiskusi lebih mendalam mengenai kebutuhan dan pengalaman mereka.
Sebagai bentuk dukungan advokasi hak pasien, ALSA CLCC LC UI 2025 secara khusus mengambil peran aktif yang diwujudkan dalam bentuk penyusunan Policy Brief sebagai bentuk advokasi kebijakan atas isu gagal ginjal yang diangkat sepanjang rangkaian acara ALSA CLCC LC UI 2025 berlangsung. Policy Brief ini disusun oleh Legal Coaching Clinic (LCC) Research Team yang telah melakukan riset mendalam, mengumpulkan data empiris, serta menganalisis regulasi untuk memastikan rekomendasi yang disusun memiliki dasar hukum dan bukti ilmiah yang kuat. Selain itu, Policy Brief ini akan memuat berbagai rekomendasi praktis bagi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, seperti penguatan kebijakan pembiayaan perawatan gagal ginjal, pemerataan distribusi tenaga kesehatan terlatih,
Sebagai tindak lanjut dari penyusunan Policy Brief, ALSA CLCC LC UI 2025 menyelenggarakan Audiensi Policy Brief pada hari Selasa, (22/12) di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam audiensi ini, tim dari Divisi Legal Coaching Clinic bersama LCC Research Team akan mempresentasikan hasil Policy Brief yang telah disusun kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan audiensi ini bertujuan untuk membuka ruang dialog konstruktif, mendapatkan masukan langsung dari para stakeholder, serta memperkuat kolaborasi. Dengan adanya forum audiensi ini, diharapkan setiap rekomendasi yang disampaikan dalam Policy Brief dapat ditindaklanjuti secara nyata dan menghasilkan perubahan positif bagi kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di wilayah Depok, Jabodetabek, maupun Indonesia.
Melalui rangkaian kegiatan yang menggabungkan edukasi kesehatan, dukungan psikososial, pemahaman hak pasien, serta ruang dialog bagi keluarga penyandang Gagal Ginjal Kronis, ALSA CLCC LC UI 2025 menjadi wadah yang mempertemukan masyarakat dengan tenaga ahli dan lembaga advokasi. ALSA LC UI berharap kegiatan ini memberikan dampak berkelanjutan dan menjadi langkah nyata dalam memperjuangkan kesetaraan layanan kesehatan bagi anak-anak di Indonesia.
