dan bekerja sama dengan Lembaga Kegiatan Kemahasiswaan (LKK), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta BEM dari setiap fakultas.
Rangkaian acara PESTA sendiri sebenarnya sudah berlangsung sejak Sabtu, (26/11). Berupa pengenalan beberapa lembaga dan organisasi kampus Unisba, yang diisi oleh performance serta open house dari setiap LKK dan UKM. “Pada hari pertama ada sekitar 1000an mahasiswa baru yang mengikuti pengenalan LKK dan UKM, dan memang ini diperuntukan bagi mahasiswa baru agar mengenal organisasi kampusnya.” Kata Rizzy Rezamora, selaku Ketua Panitia PESTA.
Puncak acara yang berlangsung esoknya, berbeda dengan konsep di hari pertama. Di hari kedua rundown acara yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB hingga 22.30 WIB ini, merujuk pada arena hiburan dan makna kata pesta yang sebenarnya. Diisi oleh beberapa band rock lokal seperti Train For Fly, Shitcracker, Outright, Under 18, Kick It Out, Dark Terror, Forgotten Generation, Human Right, Rocket Steady dan lain-lain.
Tanggapan positif datang dari beberapa pengisi acara dan pengunjung yang datang. “Sangat ramai acaranya, terlihat dari pengunjung yang datang dan bertumpuk di jalan Tamansari, kepuasan tersendiri ketika bermain di hadapan massa yang banyak dan atraktif.” Ucap Dicky Permana, Vokalis Kick It Out. Hal tersebut diamini oleh Eka Truna, salah satu pengunjung yang setia mengikuti acara dari awal hingga menjelang akhir, “acaranya bagus soalnya udah lama ngga ada acara kaya gini karena keamanan dan perizinan yang susah.”
Acara puncak yang menghadirkan hiburan musik bergenre “keras”, mendapatkan beberapa tanggapan dari beberapa pihak, karena bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1433 Hijriyah. “Sebenarnya seharusnya dapat menghormati karena ini kampus Islam, namun PESTA merayakan pesta Tahun Baru Islam dengan cara berbeda.” Tambah Dicky Permana.
Tanggapan berbeda keluar dari mulut Rizzy Rezamora, sang ketua panitia, “Islam ngajarin kontrol sosial, dengan menghadirkan band yang menjadi citra bahwa musik adalah alat kontrol sosial, jadi itu tidak berlawanan, karena islam membela keadilan.” Hal tersebut dapat dimaknai bahwa pemaknaan Tahun Baru Islam dalam PESTA, dinilai dari segi teks dan lirik lagu, bukan dari jenis musik beserta budayanya. “Islam itu ngga konservatif, islam itu agama yang terbuka untuk jenis music apapun selama itu masih dalam koridor.” Tambah Rizzy Rezamora.
Adapun titik kemeriahan datang ketika arena mendadak feminim oleh para vokalis wanita. Salah satunya adalah dengan hadirnya Ogthavi Ardiansyah, vokalis Train For Fly, band beraliran screamo yang menggetarkan panggung dengan hits “Langkah Terlelah”. Ada pula Winna Feriani Astrilianti, vokalis wanita Shitcracker yang eksentrik dengan tattoo ini, merdu menyanyikan alunan rock dari lagu-lagu Walls Of Jericho.
Secara keseluruhan PESTA berjalan lancar dan aman meski sempat terguyur hujan. Namun terdapat beberapa kekacauan penonton yang terjadi karena saling sikut saat moshing. “Walau ada beberapa kendala, tapi bisa teratasi, kita pun melakukan sweeping minuman alkohol di dalam kampus dan sekitaran jalan Tamansari.” Tutup Rizzy Rezamora.

