Selain itu, Gathering Pers Mahasiswa yang dilaksanakan dalam rangka bersilaturahmi serta diskusi mengenai berbagai perkelutan dalam media. Gathering ini dibuka oleh ketua AJI Indonesia, Eko Maryadi dan Zaki Yamani selaku ketua AJI kota Bandung. Mereka menceritakan kondisi pers kampus masa kini serta profesionalisme menjadi wartawan yang taat pada kode etik jurnalistik .
Saat ini masih terdapat oknum wartawan yang menyimpang dari kode etik jurnalistik, demi mendapatkan secarik amplop. Hal itu pula diamini oleh Eko yang akrab disapa Item “Gaji wartawan itu tidaklah banyak, maka tidak heran bila ada wartawan yang meminta amplop kepada narasumbernya”.
Acara ini banyak dihadiri oleh berbagai lembaga pers mahasiswa seperti LPM Suaka, Suara Mahasiswa, Media Parahyangan, LPM Jatinangor beserta anggota AJI dari berbagai wilayah, seperti Aceh dan Ambon.
Teuku Wildan, Mahasiswa Fikom Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta menuturkan berbagai masalah pers mahasiswa saat ini “Masalah pers mahasiswa itu sangatlah kompleks, jadi sebaiknya kita harus melakukan radikalisasi terhadap orang-orang yang ada di kampus,khususnya orang-orang yang ada di pers mahasiswa itu sendiri” tutupnya.

