
teks oleh: teti diana ayu
foto oleh: tiara pascanoviera
Bandung – Seni merupakan karya cipta rasa manusia yang perlu dilestarikan serta dipelihara. Teater menjadi bagian dalam sebuah karya seni itu sendiri. Bertempat di GK Sunan Ambu STSI diadakan seminar nasional dengan tema “Wajah teater Bandung hari ini”, Senin kemarin (2/7). Remy Sylado, Bambang Q. Anees, Fathul A. Husein menjadi pembicara dalam acara seminar nasional ini.
“Teater Bandung hari ini pada hakikatnya, di luar kekhasannya, merupakan cerminan dan serangkut wajah teater Indonesia masa kini”, ungkap Fathul A. Husein.
Kemeriahan berlangsungnya acara menunjukan antusiasme audience tentang teater Indonesia. Diskusi berjalan dengan menarik karena beberapa peserta seminar turut mengkritisi kehidupan teater. Ketiga pembicara pun mampu mengajak audience hanyut dalam tema.
“Seminar ini sangat bagus acaranya, sehingga saya bisa tau eksistensi teater masa kini”, tutur Silmi Utami(peserta seminar).
Fenomena bagaimana wajah teater bandung kini menggambarkan diperlukannya orang-orang yang tak lelah untuk memperjuangkan ranah teater di Indonesia menjadi lebih baik dari hari ke hari. “Dengan banyaknya seminar kedepannya begitu juga tumbuh creator juga kritikus yang notabennya nanti membantu perkembangan wacana di Bandung”, ungkap Rendy Jean Satrya selaku ketua pelaksana.
