Turun tanpa Supardi, Maman dan kiper Imade ditambah keadaan lapangan yang diguyur hujan, Persib Nampak cukup kewalahan diawal laga. Jual beli serangan dilakukan kedua tim. Tekanan awal dilakukan Persiba terlebih dahulu lewat tendangan Mustapha El Nassa menit (1’) yang menerima umpan Mahmoud El Ali di kotak pinalti, beruntung bisa ditepis oleh Shahar kiper Persib.
Dimenit selanjutnya Persib selalu mencoba lakuakan serangan, namun, pertahanan Persiba masih disiplin dalam mengawal setiap pemain Persib yang memasuki kotak pinalti. Dua peluang pemain bertahan Persib, Naser Al Sebay masing-masing menit (20’) dan menit (29’) melalui tendangannya masih diblok beck Persiba.
Persiba tidak kalah lakukan serangan, menit (35′) Bahtiar coba lakukan tendangan jarak jauh namun bola masih bisa ditangkap Shahar. Akhirnya publik tuan rumah bersorak kala Sergio Van DIjk getarkan jala Wawan Hendrawan kiper Persiba menit (40’). Memanfaatkan soloran Herman Dzumafo SVD konfersi peluang menjadi gol, 1-0 untuk Persib dan bertahan hingga babak pertama usai.
Dibabak kedua, Janur menarik Kenji untuk digantiakan Atep, pertanda sang arsitek Persib merubah pola menjadi 4-4-2. Masuknya Atep mebuat tempo permainanan meningkat, Persib lebih menguasai lapangan tengah. Namun, hingga peluit dibunyikan skor tidak berubah. Persib atasi Persiba 1-0.
Janur Nampak mengapresiasi anak asuhnya yang berjuang dengan keras sepanjang pertandingan. Selain menjaga gawang dari kebobolan, strikernya Sergio Van Dijk semakin subur dengan mencetak gol disetiap pertadingan. Tercatat kini Sergio mencetak 9 gol dari 9 laga.
“Sergio punya naluri gol yang bagus, walawpun terkadang dari penampilannya sendiri kurang berada dalam performanya, tetapi Sergio tetap Sergio yang selalu mencetak gol karena dia mempunyai insting dan naluri gol yang bagus,” papar Janur melalui konfrensi pers setelah pertandingan.
Kemenangan ini membawa Persib diposisi lima besar dengan 24 poin dari 13 laga, dibawah Mitrakukar yang meraih poin sama dengan jumlah bermain 14 kali. (Adil/SM)

