Memasuki dunia perkuliahan tidak jarang membawa gegar budaya tersendiri, apalagi bagi mahasiswa baru yang harus beradaptasi dengan lingkungan penuh talenta unggulan. Hal itulah yang sempat dirasakan Sherina Zahra, mahasiswi Teknik Industri Institut Teknologi Bandung angkatan 2025. Di tengah kesibukannya mengikuti berbagai kompetisi, kepanitiaan kampus, hingga pekerjaan lepas, Sherina menemukan titik balik penting dalam dirinya lewat program AIESEC Future Leaders (AFL) yang diselenggarakan AIESEC in Bandung.
Sherina mengaku, sebelum bergabung dengan AFL, dirinya sempat terjebak dalam rasa minder dan rasa nyaman yang justru membatasi diri. Awal masa perkuliahan menjadi masa-masa sulit baginya karena mengalami semacam culture shock saat dikelilingi oleh banyak mahasiswa berprestasi. Ia kerap bertanya-tanya pada diri sendiri, apakah dirinya benar-benar mampu bersaing di tengah lingkungan yang kompetitif tersebut. Dari situ, ia menyadari bahwa kemampuan komunikasi dan kepemimpinannya masih perlu banyak diasah, sekaligus muncul keinginan kuat untuk keluar dari zona nyaman.
Keinginan itulah yang mendorong Sherina memutuskan bergabung dengan AFL. Sebelum mengikuti program ini, ia sempat membayangkan AFL hanya akan berupa webinar satu arah yang membosankan. Namun, bayangan tersebut meleset jauh. Setiap kegiatan dalam program ternyata dikemas secara interaktif, hingga membuatnya selalu menantikan akhir pekan tiba karena penasaran dengan keseruan yang akan dihadapi.
Di antara rangkaian program AFL, sesi Call To Action dan Capacity Building 2 menjadi momen yang paling membekas baginya. Dalam sesi tersebut, peserta ditantang untuk menganalisis permasalahan nyata secara mendalam, mulai dari mengidentifikasi titik masalah hingga merumuskan solusi yang relevan dan aplikatif. Tantangan ini menuntut kemampuan berpikir kritis sekaligus kolaborasi yang solid antar anggota tim.
Namun, yang membuat momen tersebut istimewa bukan hanya tugas analisisnya, melainkan kolaborasi yang terjalin antara kelompoknya, Grup 6, dengan Grup 5. Kerja sama lintas kelompok itu menumbuhkan kedekatan yang tidak terduga sebelumnya.
“Kami begitu dekat sampai-sampai kami masih sering nongkrong, mengerjakan tugas bersama, dan mengobrol hingga larut malam meski program sudah berakhir.”
Bagi Sherina, pertemanan yang terbentuk selama AFL bukan sekadar relasi sementara selama program berlangsung, melainkan persahabatan yang terus berlanjut hingga kini.
Selain relasi pertemanan, AFL juga memberikan dampak besar terhadap perkembangan dirinya. Pelajaran terbesar yang ia dapatkan adalah kesadaran diri dan perubahan pola pikir. Melalui program ini, Sherina menjadi lebih memahami kelebihan dan kekurangan dirinya, sekaligus belajar cara mengelolanya dengan lebih baik.
Perubahan paling terasa muncul pada keberanian mengambil kesempatan dan kemampuan komunikasinya. Jika sebelumnya ia cenderung ragu, kini Sherina jauh lebih percaya diri untuk mengambil peran kepemimpinan di kampus. Ia juga mengaku tidak lagi mudah ciut menghadapi tantangan, serta mampu mengelola proyek dalam organisasi maupun kepanitiaan dengan cara yang lebih terstruktur.
Pengalaman tersebut membawanya pada satu keyakinan bahwa keberanian untuk mencoba adalah kunci untuk mengetahui sejauh mana kemampuan seseorang sebenarnya. Keyakinan itu pula yang ingin ia sampaikan kepada mahasiswa maupun anak muda lain yang masih ragu untuk mengambil kesempatan baru.
“Berhentilah terlalu banyak berpikir dan beranikan diri mengambil langkah! Kamu tidak akan pernah tahu sejauh mana kemampuanmu sampai kamu mencobanya.”
Perjalanan Sherina dalam mengikuti AIESEC Future Leaders menunjukkan bahwa rasa ragu dan minder yang dirasakan di awal bukanlah penghalang untuk berkembang, melainkan bagian dari proses yang wajar dilalui. Dengan keberanian mengambil langkah pertama, keluar dari zona nyaman, dan membuka diri terhadap pengalaman baru, seseorang dapat menemukan potensi dalam dirinya yang sebelumnya tidak pernah disadari. Kisah Sherina menjadi pengingat bahwa pertumbuhan diri sering kali dimulai dari keputusan sederhana untuk mencoba, meski di tengah ketidakpastian.

