Ilustrasi papan informasi berisi poster kritik dan deretan program kerja BEMU yang difokuskan rampung di penghujung kepengurusan. (Ilustrasi: Siska Vania/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Bandung (BEMU) 2025-2026 masih memfokuskan sejumlah Program Kerja (Proker) untuk diselesaikan menjelang satu bulan akhir periode kepengurusan. Program tersebut ditargetkan dapat terlaksana sebelum masa kepengurusan berakhir.
Presiden Mahasiswa (Presma) Unisba, Kamal Rahmatullah, mengatakan bahwa proker yang masih harus diselesaikan sesuai dengan proker yang disusun melalui Rapat Kerja (Raker). Proker tersebut antara lain sekolah gerakan, beberapa diskusi, seminar, dan regenerasi pengkaderan.
Kamal menambahkan, ia bersama jajaran pengurus telah mengunjungi seluruh fakultas pada awal kepengurusan untuk mendapat evaluasi terkait peran BEMU pada periode sebelumnya. “Kiranya dasar dari kegiatan pun banyak dari saran-saran 10 fakultas. Dari saya ataupun Teddy (Wakil Presma, Red) turun langsung ke 10 fakultas untuk menanyakan bagaimana peran BEMU sebelumnya, ya, pasti kurang lebihnya tinggal meramu di internal aja, “ ucap Kamal pada Rabu, (11/3).
Tanggapan Kemahasiswaan Terkait Kinerja BEMU
Kepala Bagian Kemahasiswaan Unisba, Hikmat Taofiq, menilai jika pelaksanaan kegiatan oleh BEMU belum berjalan optimal. “BEMU ada dan kinerjanya ada, tapi karena yang bekerjanya satu dua orang, tetap itu tidak akan berjalan baik. Bahkan untuk rekrutmen kementerian saja di bulan menjelang kongres itu masih dilakukan.” ungkap Hikmat pada Kamis, (12/3).
Taofiq menekankan, proker Organisasi Mahasiswa (Ormawa) perlu selaras dengan arah kebijakan kampus terutama dengan program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) agar menghasilkan output dan outcome yang jelas bagi mahasiswa. Salah satunya melalui Program Peningkatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa) dan program Mahasiswa Berdampak.
Di sisi lain, Taofiq menyoroti kondisi regenerasi kepemimpinan BEMU yang dinilai menghadapi tantangan. Terbukti, dengan proses recruitment kementrian BEMU yang masih berlangsung di tengah periode dan menandakan kondisi internal BEMU yang berjalan tidak baik.
Selain itu, ia menyayangkan minat mahasiswa untuk mencalonkan diri sebagai Presma tingkat universitas cenderung menurun. “Sehat dan tidaknya organisasi itu bisa dilihat dari pengkaderannya. Kalau pengkaderannya tidak jalan, ya, tidak sehat. Sampai susah mencari calon presiden berarti organisasi ini sudah tidak sehat.” tuturnya.
Ormawa Soroti Minimnya Koordinasi dengan BEMU
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum BEM Fakultas Teknik (BEM FT), Sabiq Ali Mazaya, menilai komunikasi antar BEMU dan BEM Fakultas (BEM-F) masih perlu diperkuat. Ia juga menyoroti kurangnya peran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) BEMU dalam menjembatani koordinasi ketika terjadi kendala antara kedua belah pihak.
“Ada kebutuhan komunikasi ke menterinya ternyata tidak dibalas hampir kurang lebih satu minggu, ketika dikonfirmasi orangnya udah hilang dan tidak ada follow up lagi dari Staf Kemendagri lainnya jadi akhirnya langsung ke Wakil Presma aja,” katanya pada Jumat, (6/3).
Senada, Ketua Umum Unit Pengembangan Tilawatil Qur’an (UPTQ), Muhammad Nurjana menuturkan koordinasi antara BEMU dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terbilang minim. Ia menyebut, selama enam bulan masa kepengurusan pihaknya belum menerima undangan forum maupun arahan kegiatan dari BEMU, padahal secara aturan BEMU memiliki kewajiban untuk menaungi UKM di Unisba.
“Mereka bilang, mereka akan mendengarkan aspirasi dari UKM. Mereka akan ke sekre-sekre (Sekretariat, Red) UKM untuk menanyakan apakah ada yang ingin dibantu, ingin ditolong gitu. Nah, sampai sekarang masih belum ada, kita masih belum menerima itu.” Ujarnya saat diwawancarai pada Sabtu, (7/3).
Meski begitu, Nurjana berharap evaluasi terkait kepengurusan BEMU saat ini dapat disampaikan kepada pengurus selanjutnya agar tidak terulang pada periode mendatang. Sementara itu, Sabiq menekankan harapannya agar sisa periode BEMU dapat difokuskan dalam hal perbaikan internal organisasi.
Lebih lanjut, Hikmat berharap BEMU dapat memperkuat antar internal dan memanfaatkan media sosial untuk mendokumentasikan serta menyampaikan aktivitas kepada mahasiswa. “Yang luput dari pantauan saya ada di beberapa kegiatan, masyarakat Unisba mau tau gimana kalau kamu (BEMU, Red) sendiri gak mau komunikasi, punya sosmed gunakan itu. Dan kita sering tidak mencatat atau menindaklanjuti apa yang sudah dilakukan,” ucapnya.
Reporter: Siska Vania & Linda Puji Yanti/SM
Penulis: Siska Vania/SM
Editor: Linda Puji Yanti/SM
