Hasil dari penghitungan sendiri, Poetrena unggul dengan 131 suara, sedangkan Anna mendapat 102 suara, dan sisanya tidak sah dengan 18 suara. Jumlah pemilih masyarakat Fikom pada hari pertama terhitung 251 suara. Poetra Oneal saat ditemui di lokasi, mengungkapkan syukurnya karena unggul suara atas Kania, tetapi menurut dia posisinya belum aman. “Masih ada hari kedua, kami harus bekerja keras lagi bersama tim sukses, soalnya perbedaannya tipis”, ungkapnya. Dia pun berharap agar bisa memberikan yang terbaik dan tidak ingin mengecewakan tim suksesnya.
Ketua BPPR, Anisya Mayasandi menjelaskan keberlangsungam pemilu raya yang sudah dilakukan dari awal Desember. “Kita buka stand seminggu, tetapi saat itu belum ada calon, kita lalu berkonsultasi dengan fakultas, mereka memberi solusi barulah ada calon”, tuturnya, Setelah itu dia menambahkan, Kamis (20/12) pekan kemarin sudah dilakukan kampanye dialogis dan monologis. Sempat ada kesalahan data pada penghitungan suara, di papan penghitungan tercatat 251 suara, tetapi di data pendaftar hanya ada 250 suara saja. “mungkin itu kesalahan kita kurang memantau pada saat mendata para pemilih” sesal Anisya. Untuk solusi dari kesalahan tadi, Mahasiswa Public Relation 2009 ini berharap agar mereka bisa lebih diperketat lagi untuk pemilu hari esoknya.
Ketika ditanya akan harapan calon ketua yang akan menang nanti, agar bisa bersinergis dan banyak yang harus dibenahi di badan Fikom sendiri.”Dia harus bisa membuat membuat hubungan kekeluargaan dengan lembaga yang lain, merangkul warga Fikom dengan baik, kalau ada keluh kesah apa-apa bisa sharing bareng dan memberi unek-unek”, tutupnya

