
Bandung, SM – Kementerian Sosial Politik dan Budaya BEM Unisba mengadakan seminar dan diskusi bertajuk “Polemik KPK vs Polri” yang bertempat di Student Center Unisba, Rabu (17/10). Sesuai dengan judulnya, acara ini fokus membahas mengenai kontroversi yang saat ini terjadi antara KPK dan Polri.
Acara yang turut disupport oleh International Law Study Forum dan Komunitas Kerukunan Warga Mahasiswa Sulawesi ini, menghadirkan 3 pembicara yang merupakan dosen dari Fakultas Hukum Unisba, yakni Asyhar Hidayat, Nandang Sambas, dan Arinto Nurcahyo. Polemik KPK vs Polri tersebut dibahas secara mendalam dan interaktif, pun didukung oleh intensitas tanya jawab antar peserta dan pembicara yang cukup tinggi.
“Jangan jadi sontoloyo-sontoloyo yang baru!” Ujar Arinto, ketika ditanya perihal kaitan masalah ini dengan masa depan mahasiswa. Berbeda dengan Asyhar, ia berkata bahwa organisasi mahasiswa bisa dijadikan sebagai tempat pendewasaan. “Jangan andalkan transfer ilmu dari dosen saja,” ucapnya.
Qarib Triady Kharisma, sang ketua pelaksana, menjelaskan beberapa tujuan diadakannya kegiatan ini, salah satunya untuk menjalin silaturahmi antar keluarga besar mahasiswa Unisba dan agar seluruh warga kampus pun memahami duduk persoalan KPK vs Polri. Mengenai harapan, mahasiswa Hukum 2009 tersebut ingin acara ini dapat berjalan intens—baik itu sebulan sekali, dua bulan sekali, dan seterusnya. “Yang jelas, kedepannya bukan hanya berupa diskusi, tapi juga tindakan untuk mewujudkan bahwa korupsi itu bisa diberantas,” tutupnya. (Bobby/SM)
