Ketika Rasa Ini Tumbuh

Oleh : Sugiharto Purnama

 

Rembulan menyapa langit di ujung cakrawala kelam

Cahaya menjalar diantara bias air mengalir tenang

Kecipak embun jatuh sampaikan sepi menuju peraduan

Hingga kau petik manis tiap makna terpatri pada awan

 

Ketika malam begitu muram

Langit menjatuhkan secarik puisi tentang hujan

Di tepian laguna sunyi, laut menyergapi keramaian

 

Terdiam di bawah purnama  menghilang

Berselimut kerlip bintang kerinduan

Aku telah sering bercerita tentang

Rasa ini pada cermin dan kesepian

Tapi, aku butuh kamu untuk ikut mendengarkan

 

Mungkin rasa ini adalah setitik kecil

Bayangan yang selalu mengiringimu

Tapi aku berharap, rasa ini adalah setitik kecil cahaya

Menerangi hidupmu dan membuat harimu berwarna

 

Aku kirim ini, untukmu syair sederhana

Bait puisi di damainya pagi

Berharap engkau tersenyum manis memaknai

Pada jendela waktu, suasana hening dan hingar tak beda

Membiarkan pucuk kasturi nyayikan denting perasaannya

Dari pagi yang begitu bersahaja, kita belajar tentang setia

 

Aku bukanlah pujangga

Mampu merangkai kata indah

Namun, ketika rasa ini tumbuh semua tertuang arah

Lewat tulisan ini aku ungkap rasa

Tersimpan dalam hati dan jiwa menyatu bersama

Pada helai dedaunan yang menyimpan sejuta puisi rosela