Suasana padatnya parkiran unisba pada Rabu, (26/2). Keadaan tersebut membuat diberlakukannya kebijakan tentang larangan membawa kendraan bagi mahasiswa baru.
Suaramahasiswa.info, Unisba – Kebijakan perihal larangan membawa kendaraan bagi mahasiswa baru yang sempat dipaparkan oleh Kabag Kamtiber, Agus Hamza, ternyata tidak mendapat sambutan hangat dari mahasiswa baru. Mereka berpendapat jika kebijakan itu diberlakukan, justru akan mempersulit mahasiswa khususnya yang berumah jauh.
Agus menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan bermaksud melarang mahasiswa untuk parkir, namun keterbatasan lahan parkirlah yang menyebabkan harus dibatasinya kendaraan yang masuk. “Dosen dan karyawan ada sekitar 400 orang, belum lagi jumlah mahasiswa kira-kira 8000 orang. Sedangkan lahan parkir hanya menampung untuk sekitar 160 kendaraan. Jadi bayangkan berapa banyak kendaraan yang tidak akan tertampung,” ujarnya saat ditemui di ruangannya pada Selasa, (26/2).
Jumlah mahasiswa yang lebih banyak dari dosen dan karyawan, menyebabkan merekalah yang harus “mengalah” dalam berbagi lahan parkir. Sosialisasi kepada mahasiswa baru mengenai larangan membawa kendaraan akan disampaikan pada saat Taaruf Universitas. Namun pihak Kamtiber memperkirakan kebijakan ini baru akan berlangsung efektif untuk mahasiswa baru tahun 2014-2015.
Jika mahasiswa memaksakan untuk parkir di luar lahan parkir Unisba, dikhawatirkan akan rentan terhadap pencurian kendaraan. “Saya menyayangkan kenapa tiap menjelang malam hari, banyak kendaraan yang parkir di depan gerbang Unisba. Takutnya di situ rawan pencurian, karena sudah terjadi dua motor hilang,” jelas Agus.
Mahasiswa baru mengharapkan solusi yang tepat untuk mengatasi terbatasnya lahan parkir Unisba. “Saya sebenarnya sangat tidak setuju kalau mahasiswa baru dilarang bawa kendaraan ke kampus. Tapi kalaupun kebijakan itu memang harus diberlakukan, saya mengharapkan solusi yang tepat. Misalnya, bis Unisba dipakai untuk antar jemput mahasiswa,” tutur Ridhan Fawwaz, mahasiswa Fikom 2013. (Desyane Putri/SM)
