Suasana bedah buku Metamorfosa yang dibuat oleh komunitas penulis muda di babakan siliwangi kamis (29/05) dalam acara ini juga ada pameran tulisan dan gambar
Suaramahasiswa.info, Bandung – Tidak banyak anak muda yang suka menulis di zaman sekarang, banyak godaan yang mereka alami seperti kegandrungan nongkrong, datang ke gigs-gigs atau sibuk menghabiskan uang orang tua mereka. Ketika kita berada di Bandung, tidak banyak orang yang tahun bahwa kota kembang ini merupakan kota yang tepat untuk kita mengeluarkan kreatifitas.
Tidak mood, membosankan dijadikan alasan sebagaian orang untuk tidak suka menulis. Namun berbeda halnya dengan komunitas menulis Kalderaklab yang terus mengasah hobby menulisnya dengan giat berlatih. Sama seperti halnya Esadewow salah satu anggota Kalderaklab yang memaparkan, bahwa mood itu datang secara tiba-tiba, “Ketika mood itu datang layaknya kita kedatang hujan yang turun secara tiba-tiba,” Ungkapnya.
Buku metamorfosa menjadi bukti dari keseriusan komunitas ini. Buku ini berasal dari hasil pemikiran para anggota, yang mengungkapkan segala perasaannya kedalam sebuah tulisan. Hal ini dipaparkan oleh Fikri Komeng menghimbau agar kita memanfaatkan isi pikiran kedalam sebuah tuisan, “Sama halnya ketika kita lagi galau atau banyak pikiran kita pasti resah, kebanyakan orang akan membuang waktu setelah itu,” Tukasnya selaku ketua pelaksana.
Seperti yang diungkapkan oleh Agustina Iskandar bahwa segala hal yang keluar dari hati dan pikiran kita sifatnya itu logis, irama, implisit dan tidak bisa dibaca secara kasat mata. Hal ini disambut positif oleh Henry Pradana selaku salah satu pengunjung yang hadir. Ia mengatakan bahwa acara ini bagus dan bermanfaat, bisa menuangkan isi pikiran dalam sebuah buku. “Acaranya rame, unik dan tentunya bermanfaat bagi kita yang datang, apalagi buku dibagikan secara gratis,” Ujar pria berambut gondrong ini. (Intan Silvi dan Winda Rahma Nelly/SM)
