Mahasiswa Fakultas Syari’ah Universitas Islam Bandung sedang memperhatikan materi yang di jelaskan oleh Amrullah Hayatudin dalam kegiatan Kajian pada Jumat (27/11). (Sugi/Job)
Suaramahasiswa.info, Unisba – Departemen Pendidikan Islam BEM Fakultas Syari’ah Universitas Islam Bandung mengadakan Kajian Rutin di Basement Ranggagading pada Jum’at(27/11). Kegiatan yang berlangsung setiap satu bulan sekali ini memaparkan berbagai materi di tiap bulannya. Di bulan ini, mereka menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan mengangkat tema ‘Are We Terorist ?’.
Amrullah Hayatudin, selaku pemateri pada Kajian ini menjelaskan bahwa Islam melarang adanya teroris dan juga dengan adanya aksi teror di Paris, seharusnya umat islam dapat berpikir secara bijak dan tidak mudah terpancing. “ Untuk dengan adanya teroris, Islam melarang hal seperti itu. Kita harus menanggapi ini secara bijak, bahwa kita jangan terpancing tetapi kita memberi contoh yang baik kepada umat lainnya,” ujarnya.
Yudha Prakarsa Karya Wiguna, Ketua Departemen Pendidikan Agama Islam BEM Fakultas Syari’ah mengungkapkan kejadian teror juga menyudutkan Islam, ia butuh penjelasan mengenai kejadian tersebut. “ Kejadian kemarin seperti menyudutkan Islam, untuk itu butuh penjelasan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut,” ujarnya.
Cucu Cahyani mahasiswa Fakultas Syari’ah, selaku peserta pada Kajian ini menambahkan, teror ini bukan merupakan ulah umat Islam. Seharusnya perlu pengkajian lebih serta dilihat dari sudut pandang lainnya. “Sebaiknya paham kita tuh harus di lurusin dulu, kalo kejadian ini ga sepenuhnya islam, harus diliat lagi sudut pandang yang berbeda,” ujar wanita berkerudung itu. (Sugiarto/Job)
