Para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan menyerukan suaranya dalam menegakkan khilafah di Indonesia yang bertempat di lapangan depan gedung sate, minggu (02/03)
Para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan menyerukan suaranya dalam menegakkan khilafah di Indonesia yang bertempat di depan lapangan Gedung Sate, minggu (02/03).
Suaramahasiswa.info, Bandung – Tidak seperti minggu biasanya di depan lapangan Gedung Sate yang biasa dijadikan tempat untuk berolahraga atau jalan-jalan. Minggu (02/03) para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan berkumpul untuk mengadakan orasi panel, menyerukan khilafah mainstream dan menghilangkan sistem demokrasi yang tidak sesuai dengan ideologi mereka.
Acara yang baru dilakukan pertama kali ini dilatar belakangi oleh gambaran pergerakan mahasiswa saat ini semakin tergerus dan teralihkan, banyak potret pergerakan mahasiswa yang semata berorientasi pada popularitas politik, jabatan dan kedudukan yang intinya adalah untuk meraup materi. “Acara ini juga untuk menyambut taun politik dan memperingati satu dekade Gerakan Mahasiwa Pembebasan,” ujar Ifik salah satu perwakilan mahasiswa ITB.
Orasi yang beranggotakan 1000 orang ini dihadiri oleh para mahasiswa dari berbagai daerah Indonesia antara lain, Padang, Jakarta, Sumatra dan lainnya. Seperti ungkap salah seorang panitia Kongres Mahasiswa Indonesia Mufid Dahlan perwakilan dari Politeknik Piksi Ganesha Jakarta, “mahasiswa yang kemarin mendaftar sudah ada 1000 orang dan itu dari bebagai daerah yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Tujuan dari acara ini sebenarnya adalah mengubah paradigma mahasiswa yang apatis dan mengajak mereka untuk bersatu dalam pergerakan menuju khilafah. “Acara ini kami harapkan dapat menyadarkan mahasiswa yang apatis supaya bersatu menurunkan sistem demokrasi,” ucap Firman salah satu perwakilan Fakultas Dakwah Perguruan Tinggi Da’wah Islam (PTDI) Jakarta.
Alasan kota Bandung di jadikan pilihan untuk mengadakan kongres ini karena kota ini dianggap sebagai daerah yang besar pergerakan mahasiswanya. Masyarakat kota bandung banyak yang menyaksikan orasi panel ini terlihat antusias.
“Sila kita kan pancasila dan dilihat dari tujuan mereka yaitu ingin lebih menegakan khilafah di Indonesia. Saya pribadi mendukung diadakannya acara ini,” ungkap Arul salah satu masyarakat kota Bandung yang menyaksikan.(Siti Putri & Khalida/ SM)
