Situasi Lahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung setelah masuknya eksavator yang menggusur rumah warga pada Selasan, (28/10) lalu.
Suaramahasiswa.info, Unisba- Bentrok sengketa lahan kembali pecah di Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung pada Rabu (3/12). Puluhan warga terlibat saling serang dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) dari pihak Junus Jen Suherman yang mencoba masuk dan menggusur ke dalam rumah warga.
Dedes, Koordinator Sanggar Anak Sukahaji menuturkan bahwa beberapa hari sebelum kejadian tersebut warga telah menerima surat peringatan dari PT. X Jaya Nusantara untuk melakukan pengosongan lahan paling lambat hari Rabu, (3/12). Namun, hal tersebut mendapat penolakan oleh warga karena belum ada keputusan yang sah dari pengadilan.
“Karena dari pengadilan belum ada keputusan tanah punya siapa dan belum ada arahan untuk mengeksekusi lahan. Sehingga, yang mereka lakukan lewat surat dan tindakan hari ini adalah tindakan ilegal yang melanggar hukum,” jelasnya saat diwawancarai pada Rabu, (3/12).
Ia menambahkan, bahwa bentrok antar warga dan ormas terjadi dalam dua waktu. Sekitar pukul 10.00 WIB, warga melakukan blokade di area lahan Sukahaji untuk menghadang massa yang berniat masuk kedalam lahan dengan membawa senjata tajam, petasan, dan pistol peluru karet.
Kemudian, bentrok kembali terjadi di pukul 15.00 WIB hingga mencapai area muka jalan. “Jam 12 siang kita berhasil memukul mundur ormas, sekitar jam 3 sore mereka nyerang lagi tentu direspon dengan pertahanan diri dari warga. Karena mereka menggiring untuk ke jalan, datanglah polisi agar kondusif dengan memukul mundur warga balik ke lahan, padahal itu pertahanan diri bukan kita yang nyerang duluan,” ujarnya.
Akibat dari itu, empat rumah warga hancur akibat penggusuran beserta harta benda yang hilang karena penjarahan. Selain itu, belasan warga menjadi korban karena luka bacok pada tangan, cedera wajah akibat pecahan kaca, hingga cedera kepala dan kaki akibat lemparan batu.
Di lain hal, Via selaku warga Sukahaji merasa kecewa atas represifitas dan penggusuran beberapa rumah warga. “Mereka belum punya kejelasan kalau ini itu tanah milik Junus, bahkan rumah warga yang mereka gerus enggak pernah ngambil uang kerohiman, maksudnya itu enggak pernah salah, lah. Tiba-tiba digerus gitu siapa yang enggak sakit hati, sampai warga yang rumahnya digerus harus ngungsi dulu gitu,” ujarnya pada Rabu, (3/12).
Ia menuturkan, beberapa warga terutama anak-anak mengalami trauma dan luka psikis akibat bentrok yang kerap terjadi. Meskipun begitu, ia melihat warga masih tetap semangat untuk memperjuangkan tanah mereka dan mengharapkan akhir yang baik untuk para warga.
“Aku yakin Warga Sukahaji pasti menang, pasti bisa lewatin semuanya. Kalau kata orang dulu mah, pahitnya dulu baru manisnya, kan. Kita lewati semuanya dari mulai kebakaran, peperangan nanti di akhir cerita kita yang akan jadi pemenangnya,” pungkasnya.
Reporter: Adelia Nanda Maulana/SM
Penulis: Dandi Pangestu Rusyanadi/SM
Editor: Adelia Nanda Maulana/SM
