Tiga mahasiswa bersama dosen melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait rencana pemekaran Desa Jambudipa, Cisarua, Bandung Barat dalam rangka pelaksanaan Mata Kuliah Praktek Peminatan.
Proses pemekaran Desa Jambudipa, Cisarua, Bandung Barat, menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dengan melibatkan berbagai pihak, salah satunya melalui kemitraan strategis bersama Universitas Islam Bandung (Unisba). Melalui Mata Kuliah Peminatan, tiga mahasiswa Unisba terlibat langsung di lapangan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat sekaligus sebagai sarana pembelajaran yang kontekstual.
Selama kegiatan, kehadiran mahasiswa difokuskan untuk mendukung tahapan pemekaran desa, khususnya dalam aspek administrasi pemerintahan, pemetaan potensi wilayah, serta penguatan kapasitas lembaga desa agar lebih siap menghadapi perubahan status pemerintahan. Mahasiswa pun terlibat aktif mulai dari pengumpulan dan verifikasi data kependudukan, observasi kondisi wilayah, pendampingan perangkat desa, hingga membantu penyusunan dokumen pendukung yang menjadi syarat administratif pemekaran.
Pihak Desa Jambudipa juga menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait rencana pemekaran desa yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 di Aula Kantor Desa Jambudipa. FGD ini dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta unsur akademisi dari Unisba. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan berbagai aspek, termasuk peluang, tantangan, serta dampak jangka panjang pemekaran desa bagi masyarakat Desa Jambudipa. Dalam forum tersebut, peserta berdiskusi secara terbuka mengenai perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pemekaran desa dari berbagai perspektif administratif, teknis, sosial, dan ekonomi.
Selain itu, para mahasiswa juga memberikan masukan berdasarkan kajian akademik sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari, sehingga proses pendampingan dapat berjalan sistematis dan terarah. Pemerintah Desa Jambudipa menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan Unisba yang dinilai sangat membantu dalam mempercepat persiapan pemekaran secara terencana dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pihak Unisba menilai kerja sama ini sebagai media pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa untuk memahami dinamika pembangunan desa secara langsung. Dengan interaksi intensif dengan masyarakat dan aparatur desa, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga mengasah kepekaan sosial, kemampuan komunikasi, serta keterampilan dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pihak Desa Jambudipa menjelaskan bahwa berbagai tahapan awal telah dilaksanakan, seperti pendataan kependudukan secara menyeluruh, pemetaan wilayah calon desa baru, serta penyusunan dokumen sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, survei lapangan dan analisis kondisi wilayah juga dilakukan guna memperoleh gambaran faktual mengenai kesiapan desa dari berbagai aspek, baik administratif dan teknis.
Hasil kajian ini menjadi dasar dalam merumuskan langkah-langkah strategis agar pemekaran desa dapat berjalan sesuai prosedur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemekaran ini diusulkan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pemerataan pembangunan, serta mengoptimalkan pengelolaan wilayah yang semakin luas dan kompleks seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk.
Saat ini, Pemerintah Desa Jambudipa masih berada pada tahap pemenuhan dan verifikasi administrasi dalam proses pengajuan pemekaran desa di tingkat desa dan kecamatan. Meskipun demikian, proses pemekaran Desa Jambudipa masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi sosial kemasyarakatan.
Adanya perbedaan pandangan, persepsi, serta kepentingan di tengah masyarakat menyebabkan belum tercapainya kesepakatan secara menyeluruh terkait rencana pemekaran. Kondisi tersebut berdampak pada tertundanya beberapa tahapan administrasi yang memerlukan dukungan dan persetujuan masyarakat sebagai salah satu prasyarat utama.
Mengatasi hal tersebut, pemerintah desa berupaya melakukan pendekatan persuasif melalui kegiatan sosialisasi dan dialog terbuka bersama tokoh masyarakat, tokoh pemuda, maupun perwakilan warga dari berbagai wilayah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tujuan, manfaat, serta dampak jangka panjang dari pemekaran desa, baik dalam hal pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pihak Desa Jambudipa berharap, dengan terbangunnya komunikasi yang intensif dan suasana yang lebih kondusif, proses pemekaran desa dapat kembali berjalan secara bertahap dan berkelanjutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kedepannya, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi seperti Unisba diharapkan terus terjalin sebagai upaya bersama dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berdaya saing
Oleh: Dwi Amanah, Arley Irsyad Putra Permana, & Ahmad Hudy Arianata (Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota)
