
Oleh : Rizki Aulia Rachman
Pernah dengar RABEG? Mungkin itu sekilas seperti nama suatu barang yang aneh atau mungkin nama tempat yang terasing keberadaannya di daerah yang entah berantah. Jangan salah, nama RABEG bukan seperti hal yang dibayangkan diatas.
Mari kita jalan-jalan ke Banten, selain terkenal dengan kesenian Debus-nya, daerah yang terletak di ujung barat pulau Jawa ini, mempunyai makanan yang khas tentunya.
Jadi, jika anda berkunjung ke Banten, terutama daerah Serang-Cilegon dan sekitarnya, jangan buru-buru menuju ke pantai untuk berendam dan berjemur dulu. Tak lengkap rasanya kalau tak mencicipi makanan khas hidangan yang konon digemari oleh para sultan Banten, dan juga para Menir-menir Walanda ketika itu. Warga menyebut makanan ini akulturasi Arab-Banten itu dengan nama RABEG.

Bahan baku utamanya adalah daging dan jeroan kambing atau masyarakat sekitar menyebutnya Wedhus.
Bumbu rempah-rempah yang paling menonjol adalah jahe dan lada, dengan sedikit rasa cabai merah. Maklum, dulu Banten memang dikenal sebagai penghasil lada. Sampai-sampai ada daerah yang dinamai Pamarican, pusat penyimpanan dan jual-beli lada pada masa lalu. Letaknya di sebelah utara kompleks keraton, dekat dengan Bandar Banten.
Rasanya yang pedas bisa mengobati rasa pening setelah berpanas-panas keliling Banten. Jangan khawatir tekanan darah naik karena biasanya warung makan juga menyediakan acar atau lalap mentimun untuk menemani menu ini.
Menurut beberapa warga asli Serang, RABEG merupakan hidangan istimewa Istana Banten. Namun kini menjadi menu khas masyarakat, terutama Serang dan Cilegon. Makanan ini biasanya disajikan pada saat pesta dan acara selamatan, terutama pada selamatan akikah kelahiran anak.
Saat ini, RABEG juga menjadi menu makanan yang disajikan di sejumlah warung atau rumah makan. Agak sulit untuk menemukan makanan ini karena hanya ada beberapa rumah makan khusus RABEG di Serang.
Salah satunya di daerah Magersari, Jalan Raya Serang-Cilegon, tepat di depan Rumah Tahanan Serang. Di depan rumah makan itu tertulis, ”Rabeg Khas Serang”.
Menu RABEG juga lazim dijual di warung-warung makan khas Sunda-Banten, salah satunya di rumah makan Emak Haji di bilangan Ciceri, Serang. Setiap hari warung makan tersebut menyediakan menu RABEG dengan harga Rp 7.000 untuk satu porsi.
Harus sedikit jeli untuk bisa menemukan tempat makan yang menyediakan menu RABEG. Carilah warung makan yang menempelkan tulisan ”RABEG” pada bagian depan, seperti sebuah warung makan di daerah Lopang, dekat Pasar Lama, Serang.
Di Lontar Sipung deket Jembatan Lontar juga ada Nasi Uduk Empal dan Rabeg milik Kang Indin, satu bungkus cukup Rp. 10.000 untuk REBEGnya tanpa nasi, atau yang paling saya suka REBEGnya Warung Pojok deket Indomaret, disitu bisa sekalian beli jus strawbery,mmm yummy dan maknyosss.
