acara diisi dengan beberapa suguhan menarik dari band-band asyik. Seperti, Maliq & D’essentials, Seringai, Bangkutaman, Leonardo, L’alphalpha, Ballads of the Cliché dan lainnya.
Sound of the Future dibuka pada jam 18.30 dengan penampilan seru berturut-turut dari duo indie pop kebanggaan indonesia, Bangkutaman dan Ballads of the Cliche. Mereka sukses memainkan sekitar lima lagu andalannya, namun sayang acara masih sepi pengunjung dikarenakan kondisi hujan gerimis. Kemudian dilanjutkan kolaborasi antara DJ Mandala dengan pertunjukkan api. Disini atensi pengunjung mulai terlihat, kobaran api serta alunan musik electronic khas sang DJ mampu memukau sebagian pengunjung.
Tiba akhirnya saat crowd mulai memanas. Shape of Stone dan Haul sukses memanaskan panggung dengan cabikan gitar serta teriakan khas metalnya. Dua band muda ini berhasil membuat sebagian penonton untuk sedikit ber-headbang ria. Selanjutnya Seringai naik panggung, berbondong-bondong para pengunjung mengisi barisan yang kosong. Terlihat jelas kebanyakan penonton sudah tidak sabar untuk menunggu aksi-aksi gahar dari band rock papan atas indonesia ini. Sang frontman, Arian terlebih dahulu menyapa dengan guyonan khasnya sebelum melanjutkan rentetan acara.
Seringai membawakan lagu-lagu hits-nya seperti, serigala militia, akselerasi maksimum, amplifier, dan tidak ketinggalan ace of spades, cover dari band lawas Motorhead. Sepanjang lagu bergulir, para penonton terlihat menikmati pertunjukkan, terbukti mereka tidak henti-hentinya sing along bersama. Setelah stage memanas, tiba saatnya L’alphalpha naik pentas untuk mencairkan suasana. L’alphalpha membawakan tembang-tembang yang easy listening serta hanyut dalam ketenangan untuk didengar. Leonardo Ringo tak lama hadir dipanggung seusai L’alphalpha. Lalu tiba saatnya sang guest star Maliq & D’essential yang sekaligus menutup rangkaian acara “Sound of the Future”. Terlihat khususnya kaum hawa berteriak histeris ketika band Jazz top ini bersiap-siap tampil.
“Acara berjalan seru dan kondusif akan tetapi gerimis membuat lapangan IT Telkom ini menjadi sedikit becek, sehingga membuat akses jalan menuju panggung menjadi berbelit, yaa harap dimaklumilah karena seperti ini lah keadaan kampus kita,” ujar Reza, penonton yang juga mahasiswa Teknik Industri IT Telkom.
Acara ini juga disponsori oleh Telkom Indonesia, Telkomsel, Radio Prambors Bandung 98.4 FM, Infobdg, serta harian Pikiran Rakyat.

