Tiga serikat buruh (SPM, SP92, dan SPSI) melakukan unjuk rasa lanjutan di depan Gedung Sate pada Selasa (27/3) untuk menolak kenaikan harga BBM yang akan dimulai pada 1 April mendatang karena dianggap akan menambah kesengsaraan rakyat kecil.
Teks Oleh : Nurulita Ayuningtyas dan Luthfi Apriliasari
Foto Oleh : Syifa Luthfiati
“ Buruh menolak kenaikan BBM. Kenaikan BBM, menyengsarakan rakyat, menindas rakyat kecil”
Itulah tulisan dalam salah satu spanduk yang dibawa oleh ratusan buruh di depan Gedung Sate. Para buruh sangat kecewa terhadap kebijakan pemerintah yang dalam waktu dekat ini akan menaikan harga BBM. Pada dasarnya mereka tidak menyesalkan kenaikan BBM, melainkan dampaknya yang dikhawatirkan akan mempengaruhi kehidupan mereka.
“ Kenaikan upah kami yang baru 3 bulan ini, cuma 7% dan tidak sebanding dengan kenaikan BBM sebesar 30%” tegas Witarso, salah satu perwakilan buruh.
Demo yang diikuti oleh tiga serikat pekerja buruh yakni SPM, SP92 dan SPSI berlangsung tertib terkendali. Pihak Humas DPRD kota Bandung setuju dengan hal tersebut. “Demo yang tadi masih dalam batas wajar dan terlihat ada demokrasi dalam menyampaikan aspirasinya” ujar Sudiana selaku Kasubag DPRD Bandung. Untuk demo hari ini, Aparat kepolisian mampu menjaga keamanan dan mengendalikan situasi dengan tertib tanpa adanya kekerasan.
Pemerintah kota Bandung siap menampung aspirasi para demonstran dan berjanji akan diproses lebih lanjut ke Jakarta.
“Saya salut pada demo tadi, karena mereka menyuarakan aspirasi pada tempatnya, yaitu kami. Dan kami akan memprosesnya ke DPRD RI pusat” tambah Sudiana.
