Potret mahasiswa Fakultas Dakwah, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Bandung (Unisba), Maimanati Mutmainnah yang dilaporkan hilang sejak Senin, (13/7) (Foto: Istimewa).
Suaramahasiswa.info, Unisba- Pencarian mahasiswa Fakultas Dakwah Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Bandung (Unisba), Maimanati Mutmainnah masih terus dilakukan. Kepolisian menemukan petunjuk baru terkait riwayat perjalanan Maimanati, sementara Fakultas Dakwah terus berkoordinasi dengan pihak keluarga selama proses pencarian.
Ajun Komisaris Polisi (AKP) Kepolisian Sektor (Polsek) Cicalengka, Umu Muhaemin, mengatakan hasil penelusuran terbaru diperoleh setelah pihaknya kembali melakukan pengecekan ke Perseroan Terbatas (PT) Kereta Api Indonesia (KAI). Dari penelusuran tersebut, Maimanati tercatat melakukan perjalanan menggunakan kereta api dari Cikampek menuju Purwakarta pada Senin, (20/7).
Setelah memperoleh informasi tersebut, kepolisian kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga dan mengetahui Maimanati memiliki kerabat di Purwakarta. “Menurut keterangan keluarga yang di Purwakarta, yang bersangkutan memang pernah datang, namun berhubung rumah sedang kosong sehingga Maimanati pergi lagi tidak tahu ke mana,” ujarnya pada Kamis, (30/7).
Penelusuran Awal Polisi
Sebelumnya, Polsek Cicalengka menerima laporan kehilangan Maimanati dari pihak keluarga pada Selasa, (14/7). Berdasarkan keterangan keluarga, Maimanati berpamitan kepada orang tuanya untuk menemui temannya yang berinisial L di Kabupaten Garut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi menelusuri riwayat perjalanan Maimanati melalui data perjalanan kereta api. Dari hasil pengecekan, Maimanati diketahui berangkat dari Stasiun Cicalengka menuju Stasiun Kiaracondong menggunakan tiket atas nama ibunya tetapi tidak melanjutkan perjalanan ke Garut dan kembali memesan tiket menuju Cicalengka pada Senin, (13/7).
Polisi kemudian mendatangi kediaman L sekaligus menghubunginya untuk memastikan tujuan awal perjalanan Maimanati. “Kami cek ke rumah temannya tersebut untuk mengonfirmasi apakah Maimanati datang ke sana. Sesuai keterangannya, Maimanati tidak jadi ke Garut dengan alasan tidak memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk, Red) untuk membeli tiket jurusan Bandung-Garut,” ucap Umu.
Penelusuran juga dilakukan melalui rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) di sekitar Stasiun Cicalengka. Selain itu, polisi turut menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan keberadaan Maimanati di Kampung Seke.
“L pernah memposting kehilangan itu, ada yang komen di media sosial pernah melihat Maimanati berjalan kaki di Kampung Seke, cuma setelah dicek ke lokasi, informasi tersebut tidak akurat. Menurut L Kampung Seke yang di Sumedang, tapi menurut informasi, Kampung Seke yang masih di Cicalengka,” jelasnya.
Respons Fakultas Dakwah
Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah Unisba, Asep Ahmad Siddiq, mengatakan pihak fakultas baru mengetahui informasi hilangnya Maimanati setelah orang tuanya datang ke kampus pada Rabu, (15/7). Sejak menerima informasi tersebut, pihak fakultas langsung menyebarkan informasi kehilangan melalui berbagai kanal komunikasi internal dan media sosial.
“Kita share di grup-grup yang ada di fakultas, grup alumni, yang kedua kita komunikasi dengan pihak keluarganya jadi pihak fakultas sudah tetap berupaya lakukan hubungan dengan pihak keluarganya.” Ujar Asep pada Rabu, (22/7).
Asep menuturkan, koordinasi dengan keluarga dilakukan melalui Wakil Dekan (Wadek) Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni (Belmawani). Pihak fakultas pun masih menunggu perkembangan informasi dari pihak keluarga karena penanganannya berada di bawah kepolisian.
Senada, dosen Fakultas Dakwah Unisba, Muhammad Fadhli Muttaqien, mengatakan pihak keluarga terus berupaya menelusuri keberadaan Maimanati. “Pihak keluarga pun mulai men-tracking dana yang keluar, men-tracking keuangannya, cuma kalau yang dimaksud sudah ketemu, sampai saat ini kami belum menerima informasinya,” tuturnya pada Rabu, (22/7).
Meski demikian, Fadhli berharap Maimanati dapat segera ditemukan dalam kondisi baik. “Secara psikologisnya juga baik lagi gitu, ya, karena kita nggak tau bagaimana kondisi psikologisnya, tetapi berharap seluruh baik lahir ataupun batinnya baik.” Harapnya.
Reporter: Siti Nur Halizah & Wiam Fadlul Rahman/SM
Penulis: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
Editor: Siska Vania/SM
