Potret tampak depan Sekretariat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Bandung (Unisba) yang berada di Jl. Tamansari No. 1, Kota Bandung pada Senin, (6/7). (Foto: Linda Puji Yanti/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba- Anggota Kepanitiaan Pemilihan Persidangan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (KP2FTK) memutuskan mengundurkan diri secara serentak pada Sabtu, (13/6). Keputusan tersebut diambil menyusul persoalan koordinasi dan pendampingan antara anggota dan DAM FTK selama pelaksanaan kegiatan.
Ketua KP2FTK, Ahmad Faiz Ramdani, mengatakan komunikasi antara KP2FTK dan DAM FTK sebenarnya telah mengalami kendala sejak awal kepanitiaan. Ia menjelaskan, respons terhadap berbagai kebutuhan administrasi, koordinasi, hingga pendampingan kegiatan kerap kali terlambat sehingga menyulitkan panitia menjalankan rangkaian kegiatan.
Ahmad menambahkan, perubahan sejumlah keputusan pun kerap dilakukan secara mendadak tanpa mempertimbangkan kesiapan panitia. “Di awal sudah kami beritahukan ada rangkaian Pemira (Pemilihan Raya, Red) yang memang tidak ada, namun karena pihak DAM FTK ingin memaksimalkan Pemira, kami ikut saja, tapi pihak DAM ini nggak hadir di hari H,“ ujar Ahmad saat diwawancarai pada Kamis, (25/6).
Puncaknya terjadi saat pelaksanaan Pemira, ia menuturkan tidak ada perwakilan DAM FTK yang hadir untuk mendampingi KP2FTK. “Contohnya timses (Tim Sukses, Red) ingin penjelasan dari DAM tapi pihak DAM-nya lagi sibuk dia malah bilang mau nunggu saya 2 jam lagi atau mau saya jelasin secara online, sedangkan timses ini mintanya secara langsung, otomatis kan nunggu 2 jam, ya, saya sebagai ketua nggak mau karena rekan-rekan saya juga udah capek,“ ucap Ahmad.
Lanjut, dirinya menyampaikan pengunduran diri tersebut merupakan hasil kesepakatan panitia setelah berbagai persoalan sejak awal kepanitiaan tidak kunjung terselesaikan. Dirinya ungkap, seluruh anggota KP2FTK memutuskan mengundurkan diri setelah perwakilan DAM FTK tak kunjung hadir hingga batas waktu yang telah disepakati, yakni pukul 16.00 WIB.
Setelah surat pengunduran diri dikirimkan, Ahmad mengatakan Ketua DAM FTK menyampaikan permohonan maaf atas hal yang telah terjadi. “Alasan dari Ketua DAM-nya bilang lagi mengecek tempat KKN (Kuliah Kerja Nyata, Red), dari Komisi A nya satu orang lagi sakit, cuman maksudnya anggota DAM kan banyak ada Komisi B dan Komisi C, nah kemana gitu bahkan Komisi A pun juga nggak sendiri, “ ucap Ahmad.
Suara Mahasiswa telah berupaya menghubungi pihak DAM FTK untuk meminta konfirmasi atas persoalan tersebut. Namun, hingga tulisan ini diterbitkan, pihak DAM FTK belum memberikan tanggapan.
Salah satu anggota KP2FTK, Restu (bukan nama sebenarnya), menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah muncul sejak awal kepanitian. Permasalahan yang dirasakan meliputi komunikasi yang kurang efektif serta minimnya pendampingan dari DAM FTK.
Restu mengatakan kendala juga terjadi saat screening Calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTK. Perubahan jadwal dari sejumlah screener membuat KP2FTK harus menyesuaikan kembali rangkaian kegiatan, sementara komunikasi dengan DAM FTK dinilai kurang berjalan dengan baik.
Kemudian, ia menjelaskan pengunduran diri KP2FTK berpotensi berdampak terhadap pelaksanaan agenda Musyawarah Besar (Mubes) karena masih terdapat rangkaian kegiatan yang belum selesai. Menurutnya, pelaksanaan rangkaian kegiatan selanjutnya akan diambil alih oleh DAM FTK.
“Mungkin nanti siapa yang akan jadi presidium, yang akan menyiapkan rundown, ataupun menjadikan pertanyaan kepada pihak-pihak seperti alumni, timses, ataupun paslon (Pasangan Calon, Red), dan masyarakat FTK sendiri. Rangkaian kegiatan pun baru dilakukan 2 dari 4 rangkaian, pertama ada STP (Sidang Tengah Periode, Red), lalu Pemira, ketiga Mubes, keempat ada pelantikan ormawa (Organisasi Mahasiswa, Red).” Jelas Restu pada Kamis, (25/6).
Menanggapi persoalan tersebut, salah satu mahasiswa FTK, Risman Megiansyah, Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) menyatakan bahwa tidak adanya informasi sama sekali terkait pengunduran diri KP2FTK kepada mahasiswa umum dari FTK itu sendiri. “Apapun itu masalahnya, harusnya bisa diselesaikan dengan tenang dan musyawarah terlebih dahulu menurut saya.” Ujar Risman saat diwawancarai pada Kamis, (2/7).
Mahasiswa FTK lainnya, Putri (bukan nama sebenarnya) mengaku terkejut setelah mengetahui adanya pengunduran diri anggota KP2FTK secara serentak. Dirinya menilai DAM FTK perlu memberikan kejelasan terkait alasan pengunduran diri KP2FTK serta melakukan tindak lanjut terhadap persoalan tersebut.
“Sebelum itu harus ada transparansi kenapa KP2FTK ini bisa tiba-tiba bubar. Kalau bisa ada ikhtiar, jangan dulu dilepas KP2FTK ini supaya tidak bubar, karena mereka perlu,” Jelasnya saat diwawancarai pada Rabu, (1/7).
Kendati demikian, Putri berharap permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan apabila terdapat kesalahan dalam sistem maupun birokrasi agar tidak berdampak pada agenda ormawa selanjutnya. Sementara Risman berharap persoalan ini dapat dikaji kembali dengan melakukan musyawarah.
Terakhir, Ahmad berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi pada kepengurusan berikutnya. “Harapan kedepannya kepada DAM FTK jangan sampai ngebiarin KP2FTK gitu karenakan merawat KP2FTK itu tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi, Red) kerjanya Komisi A, jangan sampai KP2FTK tahun depan tuh mengalami hal yang sama.” Harapnya.
Reporter: Fajar Al Fariji & Siska Vania/SM
Penulis: Siska Vania/SM
Editor: Linda Puji Yanti/SM
