Pengungsian darurat didirikan, bala bantuan tak henti mengalir kepada korban longsor. “Alhamdulillah terimakasih, begitu banyak bantuan berdatangan, mereka langsung bersentuhan dengan para korban, terimakasih kepada rekan-rekan mahasisawa,” ujar Dadang Gondrong (40 th) nama akrab relawan setempat yang dituakan di posko SDN Lembang, Kampung Poponcol, Desa Mukapayung saat diwawancarai, Jumat sore (29/3).
Tim relawan memberikan trauma healing kepada para korban, salah satunya dengan media pembelajaran dan media bermain untuk anak-anak di kawasan posko pengungsian. Sebuah cara yang mereka lakukan agar para korban melupakan masa kelam bencana.
Tercatat relawan mahasiswa di antaranya KMJ FIKOM UNISBA, HIMAS POLBAN, BEM KBM IT Telkom, HMTS UNLA, KSR UNPAS, HMS FPTK UPI (sipil), dll. Ketua Keluarga Mahasiswa Jurnalistik (KMJ) Fikom UNISBA Eryanto Rizki mengungkapkan, perasaannya campur aduk ketika bersentuhan langsung dengan para korban, apalagi dengan kondisi tempat pengungsian yang ternyata belum cukup aman. “Harapanya agar saudara-saudara kita di sini cepat membangun mentalnya kembali ke kehidupan normal. Selain itu, peran pemerintah di sini harus segera membantu dengan membuat rumah baru untuk warga dan tentu saja aman,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, bahwa dengan kedatangan mereka (relawan mahasiswa) bisa sedikit menghibur korban bencana khususnya anak-anak guna membangkitkan kembali mental korban karena trauma. “Ya semoga mereka terhibur dengan kehadiran kita, setidaknya kita mengurangi kesedihan mereka yang kehilangan rumah ataupun sanak keluarga. Walupun tidak seberapa, setidaknya kita berusaha membantu apa yang kita bisa lakukan untuk saudara kita di sini,” tutup Eryanto. (Adil/SM)

