Kompetisi LoC didedikasikan bagi kaum termarjinalkan seperti pecandu, orang –orang yang hidup dengan HIV/AID, dan masyarakat kurang mampu. Bertujuan meningkatkan kualitas hidup yang termarjinalkan melalui sepakbola, serta menghapus stigma dan diskriminasi terhadap HIV.
Setelah sukses digelar pada tahun 2012, digelar kembali untuk kedua kalinya pada tahun ini. Tahun 2013 diikuti oleh beberapa provinsi dalam dua kategori laki-laki dan wanita, provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten mengirimkan tim laki-laki dan perempuan. Jawa tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan mengirimkan tim laki-laki saja.
Sebagai tuan rumah tim Jabar berhasil keluar sebagai Juara disetiap kategori. Tim putra jabar mengakhiri trend positif Sulawesi Selatan di final dengan skor 8 – 4. Sedangkan tim putri Jabar menghempaskan perlawanan DKI Jakarta di final dengan skor telak 7 – 1.
Sani Kania salah satu pemain tim putri Jabar tidak bisa menyembunyikan kegembiraanya “Senang banget sih, enggak nyangka bisa sampai juara kaya gini, akhirnya bisa nunjukin yang terbaik buat mereka (official tim),” ungkapnya.
Mewakili para pemain yang berlaga harapan dimunculkan untuk kedepannya. “Harapannya tetap semangat, tetap menjadi satu motivasi kedepannya, tetap menjaga kebersamaan untuk perubahan,” tutur Ricki Irawan salah satu pemain Jabar yang terseleksi mewakili Indonesia menghadapi turnamen dunia Homeless World Cup di Poznan Polandia.
Melalui kompetisi LoC para pemain membuktikan, bahwa mereka seorang pecandu bisa berprestasi dan bisa menunjukan bahwa mereka bisa sama halnya dengan masyarakat lain. Mereka ikut berpartisipasi untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap pecandu dan ODHA. Satu visi dan misi memimpikan Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi terhadap orang-orang marjinal atau minoritas.
Gelaran LoC 2013 menyeleksi 15 pemain putra dan 13 pemain putri untuk dipersiapkan mengikuti Training Centre Mei mendatang di Bandung. Ke 28 pemain tersebut akan diseleksi kembali dalam TC guna mewakili Indonesia menghadapi kompetisi Homeless World Cup (HWC) di Poznan Polandia.
Homeless World Cup adalah Sebuah ajang serupa League Of Change namun diikuti oleh berbagai Negara di belahan dunia. Dalam dua kali keikutsertaanya, tahun 2011 di Paris Francis, Indonesia berhasil menempati posisi enam dari 48 negara. Tahun 2012 di Mexico, Indonesia menempati peringkat empat dari 43 negara. (Adil/SM)

