Kebanyakan para pedagang menggunakan styrofoam karena lebih praktis dan efisien. “Biar simple kalau misalkan pakai plastik ribet, kalau pakai styrofoam tinggal masukin aja jadinya lebih mudah ngasih ke konsumennya,” ujar Sandi salah satu pedagang kaki lima, Selasa (18/12). Ia juga menambahkan penggunaan uap makanan panas yang menggunakan styrofoam itu memang tidak baik.
“Styrofoam adalah bahan kimia yang mudah bereaksi bila terkena panas maupun asam, bila dibandingkan dengan plastik, styrofoam lebih berbahaya apabila digunakan terus menerus,” jelas Garnita, asisten dosen Laboratorium Farmasi Terpadu Unit A Universitas Islam Bandung. Ia juga mengungkapkan styrofoam dampaknya tidak terasa langsung, tetapi akan terasa beberapa tahun yang akan dating salah satunya adalah timbul penyakit kanker.
