Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Alternatif
  • Artikel
  • Filosofi Pembuatan Batik Nelson Mandela
  • ALL POST
  • Artikel

Filosofi Pembuatan Batik Nelson Mandela

Suara Mahasiswa Desember 7, 2013

FILOSOFI pembuatan batik yang memerlukan kesabaran dan keharmonisan merupakan cermin kuat kepribadian Nelson Mandela. Ia mengenakan batik pada banyak acara-acara resmi, termasuk pada acara penutupan Piala Dunia tahun 2010 lalu –seperti dilansir dari BBC, Jumat kemarin (6/12).

Mantan Dubes Indonesia untuk Afrika Selatan, Sugeng Rahardjo, mengatakan perkenalan pertama Mandela dengan batik terjadi pada tahun 1990 –beberapa bulan setelah ia dibebaskan dari penjara Pulau Roben. Indonesia termasuk salah satu negara pertama yang dikunjungi Mandela sebagai presiden Kongres Nasional Afrika (ANC).

“Pada akhir Oktober 1990 ia melakukan lawatan pertama ke luar negeri, salah satunya Indonesia. Saat itu pemerintah memberikan baju batik,” kata Sugeng.

Sejak saat itulah presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan ini sering memakai batik. Bahkan, dalam pertemuan dengan mantan presiden Suharto pada lawatan itu, Mandela mengenakan batik pemberian pemerintah Indonesia tersebut.

“Yang saya tahu dia suka semua motif. Filosofi dari pembuatan batik inilah yang bisa ditarik dengan kepribadian beliau,” kata Sugeng, yang menjadi notulen saat Mandela bertemu Presiden Suharto.

“Batik mencerminkan kesabaran dan keharmonisan dalam menentukan corak dan warna. Inilah ciri kepribadian Mandela. Kesabaran ini dibuktikan dengan keteguhan hatinya untuk memperjuangkan keseteraan untuk masyarakat Afrika Selatan dan harus dipenjara selama 27 tahun. Penantian 27 tahun ini, akan melemah bila tidak ada kesabaran,” tambah Sugeng.

Sejak mendapatkan hadiah batik dari Indonesia itu, Mandela terkesan dengan warna dan corak batik dan mulai mengenakannya sebagai simbol kedekatan Indonesia dan Afrika Selatan.

Sementara itu warga Indonesia yang memiliki kios batik di Pretoria, Michael Pasaribu, mengatakan minat masyarakat Afrika Selatan terhadap batik kian meningkat terutama sejak Mandela tidak lagi menjabat sebagai presiden.

“Awalnya masyarakat tidak ingin menggunakan batik seperti beliau, karena beliau itu tokoh –masyarakat segan untuk meniru beliau,” cerita Michael yang telah tinggal di Afrika Selatan selama 17 tahun tersebut.

Michael mengatakan untuk kedutaan besar Indonesia di Afrika Selatan sering mengadakan bazar untuk menampung minat masyarakat ini. “Namun setelah beliau tidak aktif lagi di kantor presiden, banyak yang mulai tertarik dan menanyakan di mana bisa membeli batik,” tutupnya.

 

Editor : Sugiharto Purnama

Sumber : BBC

 

 

Tags: Afrika Selatan Batik BBC indonesia Nelson Mandela Suharto

Continue Reading

Previous: DAM FIKOM Meminta Penundaan Pemilu Raya
Next: Profanatik – Deadsquad (2013)

Hal Terkait

Krisis Keadilan di Indonesia dalam Bayang-Bayang Otoritarian
  • Alternatif
  • Artikel

Krisis Keadilan di Indonesia dalam Bayang-Bayang Otoritarian

Agustus 12, 2026
Menilik Ancaman Begal di Bandung
  • Alternatif
  • Artikel

Menilik Ancaman Begal di Bandung

Agustus 4, 2026
Polemik Latsarmil dalam Program Kopdes Merah Putih
  • Alternatif
  • Artikel

Polemik Latsarmil dalam Program Kopdes Merah Putih

Juli 9, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Di Balik Karcis Parkir Unisba
  • In-Depth

Di Balik Karcis Parkir Unisba

Agustus 18, 2026
Aktivasi Semester Ganjil Unisba Kini Wajibkan NIK Orang Tua
  • Berita
  • Berita Kampus

Aktivasi Semester Ganjil Unisba Kini Wajibkan NIK Orang Tua

Agustus 16, 2026
Antara Lembar Buku dan Aroma Cilok
  • Feature

Antara Lembar Buku dan Aroma Cilok

Agustus 15, 2026
Krisis Keadilan di Indonesia dalam Bayang-Bayang Otoritarian
  • Alternatif
  • Artikel

Krisis Keadilan di Indonesia dalam Bayang-Bayang Otoritarian

Agustus 12, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.