Produksi Terlambat, Mahasiswa Baru Belum Dapat Buku Panduan

Seorang mahasiswa baru Fakultas Psikologi yang sharing dengan kakak tingkatnya di Pelataran Gedung KHEZ Mutaqqin Jl. Tamansari No.1, Bandung pada Jumat (22/9/2017). Sejak ta’aruf hingga kini, mahasiswa angkatan 2017 belum mendapat buku pedoman akademik. Wakil Rektor I, Rahmat Ceha menjelaskan jika pihak universitas tempo itu lebih fokus kepada akreditas AIPT.

Suaramahasiswa.info, Unisba – Buku panduan akademik Unisba tahun 2017/2018 belum dibagikan kepada mahasiswa baru. Wakil Rektor I, Rahmat Ceha menjelaskan jika pihak universitas tempo itu lebih fokus kepada Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT). “Bukan tidak ada, tetapi hanya terlambat produksi saja, hingga bentuk fisiknya belum ada,” ucapnya pada Jumat (22/9). Dalam masa ta’aruf, universitas hanya sempat memberitahukan kanal informasi Unisba.

Wakil Rektor III Asep Ramdhan Hidayat mengungkapkan jika anggaran dana untuk buku panduan akademik 2017-2018 habis. Anggaran ini habis karena terpakai untuk segala urusan akreditasi hingga harus menganggarkan ulang di tahun akademik sekarang.

Namun, format buku panduan akademiknya pun baru delapan puluh persen rampung. Ketua Monitoring dan Evaluasi Badan Penjamin Mutu (BPM) Unisba, Yukha Sundaya menuturkan jika ia baru mendapat tugas dari Warek III untuk merevisi buku panduan akademik. Ia menambahkan, buku panduan akademik tahun ini mengalami banyak perubahan, dimulai dari cover, penampilan pun isi materi yang harus disesuaikan dengan target pembaca.

Kata Yukha, keterlambatan pendistribusian buku pedoman akademik merupakan kesalahan. Karena menurutnya, buku pedoman merupakan sesuatu yang penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal Unisba. “Kayak kita menggunakan handphone tapi gak ada manual book-nya, bisa kacau kan,” tuturnya.

Berbeda dengan Yukha, Asep merasa keterlambatan distribusi buku pedoman akademik ini tidaklah berdampak besar. Menurutnya, masalah penting atau tidak buku akademik, dikembalikan ke mahasiswa yang menanggapinya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi 2017, Ary Jamiat Fauzi menyayangkan pedoman akademik hanya di kanal website Unisba saja. Menurutnya, beberapa mahasiswa masih merasa sulit jika membukanya lewat internet. “Buku pedoman itu penting bagi mahasiswa baru. Kalau bentuknya buku kan akan lebih fokus dan informasinya banyak,” tutupnya. (Puteri Redha/SM)