Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Berita
  • Berita Kampus
  • Prosedur Sanksi Kritik dan Saran Masih Dipertanyakan
  • Berita Kampus

Prosedur Sanksi Kritik dan Saran Masih Dipertanyakan

Suara Mahasiswa April 14, 2014

Sejumlah poster sepikkelub terpampang di mading salah satu fakultas, sebagai bentuk aksi mengenai kebebasan berpendapat pada Senin, (14/4)

Sejumlah poster sepikkelub terpampang di mading salah satu fakultas, sebagai bentuk aksi mengenai kebebasan berpendapat pada Senin, (14/4).

Suaramahasiswa.info, Unisba – Belum adanya kejelasan mengenai sanksi kritik dan saran mahasiswa terhadap kebijakan fakultas dan universitas masih menjadi polemik. Rakhmat Ceha Wakil Rektor I menanggapi bahwa dalam mengkritik dan memberi saran ada aturan- aturan yang harus dipatuhi termasuk di dalamnya adalah etika sopan santun.

“Sebetulnya ada etika dalam menghadapi aturan- aturan yang berkaitan dengan kehidupan kampus. Semua sanksi dijatuhkan tergantung pada tingkat pelanggaran yang dilakukan,” ujarnya saat ditemui Senin (14/4) di Rektorat Jalan Tamansari 20. Ia juga menambahkan pelanggaran kritik dan saran bisa dijatuhkan sanksi bila kritik tersebut mengandung atau menjatuhkan institusi yang bersangkutan.

Ian Bachtiar mengatakan sanksi bisa diusulkan oleh Dekan Fakultas lalu dikeluarkan oleh rektor. Ia juga menanggapi atas permasalahan yang lalu-lalu mengenai kritik di media sosial. “Itu hanya masalah komunikasi yang belum tersampaikan, mungkin mahasiswa merasa pelayanan kurang memuaskan, tapi pihak fakultas merasa sudah menginformasikan, namun informasinya tidak sampai kepada mahasiswa,” ujar Kepala Bagian Akademik Unisba.

Berbeda dengan Prima Wardani yang menyoroti dari sudut pandang mahasiswa bahwa BEM tiap fakultas seharusnya ikut menjembatani permasalahan yang terjadi antara mahasiswa baik dengan universitas maupun fakultas. “Yah caranya sih bisa buat dialog mahasiswa yang di dalamnya menyampaikan aspirasi dan keinginan kita. Untuk sanksi yang berbeda di tiap fakultas seharusnya diseragamkan melalui aturan Rektor,” ujar mahasiswa Teknik Pertambangan 2011. Ia juga berharap agar dibenahi garis koordinasi antara universitas, fakultas dan mahasiswa agar ada kejelasan aturan. (Ghaisani Maulina & Luthfi Apriliasari/SM)

Tags: @suaramahasiswa fikom Index tetidiana Unisba

Continue Reading

Previous: [SM TV] Demo Solidaritas BEM Fikom
Next: Santi: Kami Tidak Memberikan Sanksi Apapun

Hal Terkait

KP2FTK Mundur Serentak, Imbas Minimnya Pendampingan DAM FTK
  • Berita
  • Berita Kampus

KP2FTK Mundur Serentak, Imbas Minimnya Pendampingan DAM FTK

Juli 6, 2026
Pelaksanaan PKM Zero Waste Unisba Picu Kebingungan Mahasiswa
  • Berita
  • Berita Kampus

Pelaksanaan PKM Zero Waste Unisba Picu Kebingungan Mahasiswa

Juli 1, 2026
Pengembangan Reaktor Plasma Dingin di Unisba
  • Berita
  • Berita Kampus

Pengembangan Reaktor Plasma Dingin di Unisba

Juni 29, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Mahasiswa Prodi KPI Unisba Dilaporkan Hilang, Keluarga Masih Lakukan Pencarian
  • Berita

Mahasiswa Prodi KPI Unisba Dilaporkan Hilang, Keluarga Masih Lakukan Pencarian

Juli 17, 2026
Ada Tikus di Unisba
  • Feature

Ada Tikus di Unisba

Juli 14, 2026
AIESEC in USU Rayakan Akhir Perjalanan Volunteer Internasional Program Happy Bus Melalui Farewell Party
  • Advertorial

AIESEC in USU Rayakan Akhir Perjalanan Volunteer Internasional Program Happy Bus Melalui Farewell Party

Juli 13, 2026
Warga Dago Elos Kembali Tegaskan Sengketa Lahan Belum Tuntas
  • Berita
  • Berita Harian

Warga Dago Elos Kembali Tegaskan Sengketa Lahan Belum Tuntas

Juli 11, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.