Cuplikan CCTV Tindakan penembakan gas air mata oleh aparat di depan Gedung Kampus Unveristas Pasundan (Unpas) Jl Tamansari Nomor 6-8 pada Senin, (1/9). (Foto: Istimewa).
Suaramahasiswa.info, Unisba- Terjadi penyerangan oleh Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi pada wilayah Universitas Islam Bandung (Unisba) tepatnya di sepanjang Jl. Tamansari, Bandung Wetan, Kota Bandung pada Senin, (1/9). Penyerangan sporadis dalam bentuk penembakan gas air mata di area akademik tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB ketika massa sedang beristirahat di lingkungan Unisba.
Berdasarkan pantauan Tim Suara Mahasiswa, massa aksi selepas melakukan aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat pada Senin, (1/9) mulai memadati Unisba pada pukul 17.50 WIB. Hal tersebut disebabkan aksi yang mulai berjalan tidak kondusif serta adanya gesekan dengan pihak aparat.
Unisba sebagai salah satu titik evakuasi aksi pun menerima sebanyak 34 korban mahasiswa dan 22 orang korban masyarakat sipil. Sementara itu, korban yang berada di Universitas Pasundan (Unpas) sebagai titik evakuasi yang lain berjumlah 20 korban massa aksi dan 50 korban penyerangan aparat.
Akan tetapi, bantuan medis di area Unisba hanya diizinkan hingga sekitar pukul 21.00 WIB mengingat Unisba melakukan clear area pada pukul tersebut. Korban evakuasi yang masih berdatangan dialihkan ke titik evakuasi Unpas secara keseluruhan.
Masuk pukul 22.00 WIB, massa aksi yang berada di sepanjang Jalan Tamansari mulai ricuh diakibatkan penyerangan pertama secara tiba-tiba oleh pihak aparat di sekitar Gedung Yayasan Unisba hingga Gedung Lembaga Penelitian dan Pengembangan pada Masyarakat (LPPM) Unisba. Penyerangan dilakukan dengan penembakan gas air mata menyebabkan massa terpukul mundur kembali ke arah depan Gerbang Kampus 1 Unisba.
Dua orang Tim Suara Mahasiswa memantau keberlanjutan penyerangan bersama massa aksi yang kembali bersiaga memadati Jalan Tamansari tepatnya di sekitar Tugu Toga Unisba. Selang beberapa waktu, pada pukul 23.28 WIB aparat kepolisian dan TNI mulai berdatangan dari arah Balubur Town Square (Baltos) Kota Bandung.
Terlihat beberapa sepeda motor Brimob Polda Jawa Barat, kendaraan taktis anoa TNI Kodam III Siliwangi, dan truk pengangkut penumpang dengan aparat yang dilengkapi perlengkapan anti huru hara. Massa yang sebelumnya berada di sepanjang jalan mulai berlarian memasuki wilayah kampus Unisba dan Unpas untuk berlindung dari aparat yang melepaskan gas air mata.
Berdasarkan pantauan live streaming melalui akun instagram Suara Mahasiswa, terhitung sekitar lima orang terpapar gas air mata dengan parah. Salah satu korban, seorang satpam Unisba mendapat hantaman peluru gas air mata pada dada yang menyebabkan sesak dan hilang kesadaran.
Selepas situasi menjadi kondusif, terkumpul sebanyak dua peluru gas air mata di daerah gerbang Unisba dan sekitar 35 peluru di daerah halaman Unpas. Massa yang mulai tenang diizinkan untuk mengamankan motor ke area halaman Unisba dan beberapa memutuskan untuk pulang meninggalkan area Unisba.
Reporter: Nabil Fadilah Budiman/SM
Penulis: Nabil Fadilah Budiman/SM
Editor: Adelia Nanda Maulana/SM
