Zaky Yamani salah satu pemateri dalam acara Festival Media, tengah memberikan materi menulis, yang bertempat di Gedung Aula Utama Unisbapada hari Kamis (6/10). Melalui jurnalisme dapat belajar memiliki fokus tulisan, bergaul dan berbicara dengan banyak orang.
Suaramahasiswa.info, Unisba – Pers Suara Mahasiswa Unisba kembali menggelar rangkaian acara Festival Media. Kali ini, event yang diselenggarakan berupa kelas menulis yang bertempat di Gedung Aula Utama Unisba pada Kamis (6/10). Selain kelas menulis dalam kegiatan ini pun ada pameran media, dimana beberapa pers kampus yang ada di Bandung memamerkan karya-karyanya.
Gelaran kelas menulis ini menghadirkan Zaky Yamani sebagai pemateri, isa bercerita pada awalnya cita-citanya adalah menjadi penulis bukan wartawan. Menurutnya, kali pertama ia menulis adalah di media informasi, disana merasa bahagia jika sedang menulis. Sampai akhirnya Zaky mulai membaca buku penulis-penulis hebat yang merupakan seorang wartawan. “Dari situ saya jadi tertarik menjadi wartawan, kebetulan ada lowongan di PR dan keterima,” jelas wartawan Pikiran Rakyat yang sekrang lebih aktif menulis novel tersebut.
Menurut Zaky, dari jurnalisme bisa mendapat bekal yang banyak, terutama disiplin waktu dan menulis dengan efektif. Ia mengatakan, melalui jurnalisme dapat belajar memiliki fokus tulisan, bergaul dan berbicara dengan banyak orang. Selain itu, ia menjelaskan bahwa ada disiplin tentang fakta, karena dalam menulis berita tidak bisa menambah-nambah cerita sesuai apa yang kita mau, tidak seperti fiksi. “Ketika menjadi jurnalis kita dipaksa mencari cerita bukan mengkhayal cerita. Itulah yang akan membangun cerita yang akan ditulis,” tuturnya.
Zaky menambahkan Informasi faktual itu tidak bisa dengan hanya duduk dalam ruangan. Ia menyayangkan di masa sekarang hal seperti itu kurang di perhatikan oleh wartawan. “Mumpung masih mahasiswa, pelajari dengan baik teori-teori jurnalisme,” tuturnya pada peserta.
Ketika ditanya mengenai bagaimana menjadi wartawan yang baik Zaky mengatakan harus belajar banyak dari wartawan zaman dahulu. Menurutnya jika hanya mengutip, tulisan kita menjadi tidak utuh. Zaky bercerita Ketika menulis biasanya melihat dulu situasi yang sedang terjadi di masyarakat. Karena bisa jadi tulisannya malah tidak menarik bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Menulis itu kerja untuk peradaban. Jika mengejar materi menurutnya itu salah, kecuali bagi orang-orang yang beruntung”Kalau menulis karena suka dan bahagia mungkin suatu hari bisa kaya. Tapi kan sukses finansial itu hanya bonus dari kerja. Karena menulis itu kerjaan yang penuh kecintaan, jika tidak itu hanya akan menjadi mimpi, tidak akan bisa mengeksplore banyak hal,” pungkasnya. (Khalida/SM)
