Potret massa aksi memegang poster bergambar semangka dengan tulisan "Stop Starving Gaza" dalam aksi Bandung Protest: Walking March For Gaza di Jalan Asia Afrika, No. 77, Braga, Kota Bandung pada Jumat, (19/9). (Foto: Wiam Fadlul Rahman/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba– Raws Syndicate menggelar aksi bertajuk Bandung Protest: Walking March For Gaza di Jl. Asia Afrika, No. 77, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung pada Jumat, (19/9). Aksi ini dihadiri oleh Solidaritas Seni untuk Palestina, Persatuan Student for Justice in Palestine (SJP) Bandung, Mujahidah Sahabat Palestina, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Inisiator sekaligus Koordinator Lapangan (Korlap), Wahyu Dihan menuturkan bahwa aksi ini dilatarbelakangi untuk menyuarakan dan menyebarkan solidaritas yang sedang terjadi di Palestina. “Zionisme Israel itu, harus kita lawan, suarakan, sebarkan solidaritas bahwa di Palestina sedang mengalami genosida.” Tuturnya pada Jumat, (19/9).
Wahyu menambahkan, tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut di antaranya penghentian genosida serta pembukaan blokade yang dilakukan Israel terhadap Gaza. Menurutnya, pengangkatan isu genosida dinilai penting karena pembunuhan bahkan pembersihan etnis yang terjadi setiap hari di Palestina harus segera dihentikan.
Wanggi Hoed, seniman pantomim Indonesia, mengatakan alasan mengikuti aksi kali ini karena dorongan kemanusiaan untuk menyuarakan kondisi Palestina. Ia menilai, membombardir Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza menunjukkan brutalitas Israel dalam upaya menghapus Gaza dari peta dunia.
Ia menambahkan, negara-negara dengan kekuatan militer hingga kini masih berdiam diri menyaksikan kejahatan yang terjadi di Gaza. “Ini juga seruan bahwa intervensi militer harus segera dilakukan karena negara-negara mempunyai kekuatan militer yang super dahsyat dan mutakhir senjatanya, tapi mereka masih bisu, masih diam, dan masih membiarkan kejahatan di Gaza terus terjadi.” Jelas Wanggi saat diwawancarai pada Jumat, (19/9).
Selaras dengan Wanggi, Ria Anggraeni sebagai salah satu massa aksi, mengungkapkan alasannya mengikuti aksi ini karena panggilan kemanusiaan. Sebagai seorang ibu, ia selalu merasa sedih melihat berita anak-anak Palestina yang menderita.
“Kita berdiri di sini semua karena kita manusia. Kita sama-sama harus membela hak warga Gaza yang tertindas.” Kata Ria saat diwawancarai pada Jumat, (19/9).
Ria berharap, Palestina lekas merdeka agar anak-anak dapat kembali bersekolah dan bermain dengan aman. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Palestina adalah tanah mereka, sehingga kemerdekaan Palestina menjadi kemerdekaan bagi seluruh rakyatnya.
Senada dengan itu, Wahyu dan Wanggi pun berharap Palestina cepat memperoleh kemerdekaan sepenuhnya. “Ya cepat merdeka, merdeka sepenuhnya.” Pungkas Wahyu.
Reporter: Dandi Pangestu Rusyanadi/SM
Penulis: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
Editor: Alfira Putri Marcheliana Idris/SM
