Sejumlah mahasiswa baru tengah menukarkan buku yang berisikan cap dengan sertifikat dalam acara PESTA di hari pertama yang bertempatkan dilapangan parkir Unisba, Sabtu (21/2).
Suaramahasiswa.info – Unisba, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisba melaksanakan kegiatan PESTA (Pentas Seni Civitas Akademik) yang berlangsung selama dua hari. Acara khusus mahasiswa baru (maba) ini berlangsung dari pagi sampai sore di lapangan parkir unisba. Event ini bertujuan untuk pengambilan sertifikat P3M dan ta’aruf.
Pengambilan sertifikat P3M dan ta’aruf dapat diperoleh dengan cara mengumpulkan 20 logo cap setiap LKM dan UKM yang berada di Unisba. Tujuan dari pengumpulan cap tersebut agar mahasiswa baru dapat mengenal LKM dan UKM yang berada di Unisba. Seperti yang dituturkan Rahmat Ghanari Tanjung “Berorganisasi itu penting dan di Unisba banyaknya organisasi internal yang dapat mewadahi keratifitas dan skill individu maba, di sini kita memperkenalkan LKM dan UKM tersebut,” ujar ketua pelaksana PESTA.
Ada beberapa stand untuk 7 LKM dan 16 UKM yang beberapa diantaranya terdapat sertifikat P3M dan ta’aruf untuk setiap masing – masing fakultas. Namun sertifikat tersebut tidak di dapat dengan mudah, ada beberapa LKM dan UKM yang memberikan syarat tertentu seperti stuba dan taekwondo. Salah seorang mahasiswa baru Kevin Rifki menyatakan “Rame sih Cuma stuba sama taekwondo sedikit ribet karena harus bikin artikel, nge-follow twitter dan posting foto bareng pocong,” ujar mahasiswa teknik industri itu.
Adanya mahasiswa baru yang mengeluhkan syarat – syarat tersebut, membuat Aga Anugrah Hamdan menjelaskan pentingnya syarat tersebut. Dewan Pembina bagian kepelatihan Stuba itu mengutarakan bahwa, tujuan mereka agar maba dapat mengetahui apa itu stuba bukan hanya sekedar meminta cap saja. “Untuk masalah posting foto bersama pocong dengan hastag comingsoon di twitter, adalah salah satu strategi promosi untuk acara pagelaran stuba yang akan dilaksanakan bulan maret,” tutur pria yang akrab disapa Aga ini. (Wulan Yulianti&Marlina Sari/SM).
