Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Berita
  • Berita Kampus
  • Cahaya Timur di Kampus Biru
  • Berita Kampus

Cahaya Timur di Kampus Biru

Matahari telah menyelinap diantara awan. Sosok lelaki tua dengan kerutan wajah yang mendominasi, berambut pendek rapi, dan mengenakan serangam warna biru, memulai kisahnya dengan mengayuh sepeda ontel ke arah kampus biru.

Suara Mahasiswa Oktober 23, 2011

Kota terasi, Cirebon, 58 tahun silam, merupakan kampung halaman, tempat dimana ia dilahirkan. Bapak dari ketiga putri, Dewi Yuningsih (32), Yani Nurhaini (30), Siti Juleha (25)  dan dua putra, Suparman (35), Agung Mulyadi (13) ini bernama, Duki Ramlan. Wujud cintanya pada kampus biru, ia torehkan lewat pengabdian sebagai cleaning service yang telah digeluti sejak akhir 1990.

Ukuran tubuh kecil dan tenaga yang tidak lagi tangguh, bukan menjadi hambatan berarti untuknya. Motivasi dari itu semua hanya satu, ibadah. “Demi tanggung jawab dan keinginan membahagiakan keluarga juga,” tambahnya.

Kini ia tinggal di Jl. Sekemirung No. C34 Kel. Cigadung, Cibeunying Kaler, Bandung. Pekerjaan sebagai loper koran pun sampai sekarang masih ia tekuni untuk menambah biaya kehidupan keluarga. Hidup di Bandung memang tak murah lagi.

Cleaning service masjid Asy’ari Unisba ini hanya sempat mengenyam pendidikan dibangku menengah pertama seperti Dede Sumarsih (53) istrinya. Namun, hal tersebut tidak membuatnya pesimis. Keinginan agar buah hati lebih baik darinya, selalu menjadi acuan tersendiri. Dengan gaji yang tidak lebih dari Rp.700.000 per bulan, ia mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang menengah atas.

Kerja keras dan semangat Pak Duki Ramlan, patut untuk ditiru. Bahkan, ketika matahari masih bersembunyi diantara awan, ia sudah mempersiapkan diri untuk mencari nafkah. Mencoba bersahabat dengan udara pagi yang menusuk perlahan melewati rongga baju yang terbuka. Demi keluarga, anak istrinya. [] (Monica Rantih Pertiwi/SM)

Continue Reading

Previous: Mahasiswa Mankom Unisba Gelar Kompetisi Futsal
Next: Hikmah Dari Ukhuwah Islamiyah

Hal Terkait

Unisba Rencanakan Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik Jarak Jauh
  • Berita
  • Berita Kampus

Unisba Rencanakan Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik Jarak Jauh

April 26, 2026
Mahasiswa Refleksikan Penyerangan Aparat melalui Diskusi, “Merawat Ingatan & Lawan Balik”
  • Berita
  • Berita Kampus

Mahasiswa Refleksikan Penyerangan Aparat melalui Diskusi, “Merawat Ingatan & Lawan Balik”

April 19, 2026
BEMU Fokus Rampungkan Program Kerja di Sisa Masa Kepengurusan
  • Berita
  • Berita Kampus

BEMU Fokus Rampungkan Program Kerja di Sisa Masa Kepengurusan

Maret 18, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Suara Mahasiswa Selembar Edisi April 2026
  • E-Magz

Suara Mahasiswa Selembar Edisi April 2026

April 27, 2026
Unisba Rencanakan Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik Jarak Jauh
  • Berita
  • Berita Kampus

Unisba Rencanakan Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik Jarak Jauh

April 26, 2026
Tantangan Implementasi Akal Imitasi di Unisba
  • In-Depth

Tantangan Implementasi Akal Imitasi di Unisba

April 21, 2026
Wajah Otoritarianisme di Balik Topeng Demokrasi Indonesia
  • In-Depth

Wajah Otoritarianisme di Balik Topeng Demokrasi Indonesia

April 21, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.