Prosesi pelantikan mahasiswa baru melalui kegiatan Taaruf Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung Hj. Kartimi Kridhoharsojo Universitas Islam Bandung (Unisba) Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung, pada Senin, (14/9). (Foto: Siti Nur Halizah/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba- Pelaksanaan kegiatan Taaruf Universitas Islam Bandung (Unisba) Tahun Ajaran 2026/2027 mengalami perubahan dari tahun lalu. Rangkaian yang sebelumnya berlangsung hampir sepekan secara tatap muka kini diubah menjadi tiga hari dengan kombinasi offline dan online.
Wakil Rektor (Warek) Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Asnita Frida B. R. Sebayang, menuturkan perubahan Taaruf tahun ini salah satunya karena adanya efisiensi anggaran. Selain itu, perubahan ini merupakan hasil monitoring evaluasi Taaruf tahun sebelumnya.
“Terkait dengan acara (Taaruf, Red) kita juga aware dengan kondisi sekarang dengan budget, ya, itu juga harus menjadi konsideran gitu jadi harus yang efektif tapi tidak boros juga. Kalau mahasiswa banyak hanya mendengarkan, ya, capek terus nggak nangkep jadi kita juga evaluasi, ini gimana, ya, bagusnya,” ungkap Asnita saat diwawancarai pada Kamis, (10/9).
Adapun hari pertama dan kedua akan diisi dengan kegiatan Taaruf dan Pelatihan Pengenalan Pengembangan Pribadi Mu’min, Muslim, dan Muhsin (P3M) yang dilakukan secara offline. Sementara, di hari ketiga akan dilaksanakan Taaruf secara online melalui Sistem Informasi (SISFO).
“Hari ketiganya penyelesaian Taaruf, itu jadi penugasan yang sifatnya bagaimana menggunakan pelayanan akademik, pelayanan kemahasiswaan, dan bagaimana mereka aware terkait dengan penggunaan e-kuliah, SISFO,” jelasnya.
Selain itu, pada hari ketiga akan dilaksanakan tes psikotes yang berkaitan dengan minat, bakat serta motivasi di layanan SISFO bagian Sistem Informasi Administrasi Kemahasiswaan (SAMAWA). Ditambah, mahasiswa akan mendapatkan sertifikasi Artificial Intelligence (AI) Gemini yang bisa dimanfaatkan untuk segala kegiatan perkuliahan.
Lebih lanjut, perubahan ini sudah dipersiapkan selama tiga bulan terakhir yang meliputi persiapan Term of Reference (ToR) dan konsep kegiatan Taaruf. Persiapan tersebut dibahas secara internal oleh panitia Taaruf yang telah memperoleh Surat Keputusan (SK).
Menanggapi perubahan tersebut, mahasiswa Fakultas Psikologi, Alfian Diezka Pratama, mengatakan perubahan Taaruf akan dirasa tidak efektif karena adaptasi pada suasana kuliah menjadi berkurang. Ia juga menilai mahasiswa akan kurang tergambar mengenai fasilitas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang hanya dibekali penampilan 10 menit.
“Kalo yang tahun aku kayaknya lebih jelas juga sih Taarufnya karena emang rangkaian nya lebih tergambar dan kita pun sebagai Mahasiswa Baru (Maba, Red) pada saat itu jadi lebih hafal semuanya ntah tentang fasilitas ataupun Ormawa (Organisasi Mahasiswa, Red) dan sebagainya,” ungkapnya pada Senin, (7/9).
Sementara itu, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Alya Anggraini sudah mengetahui adanya perubahan pada sistem Taaruf tahun ini. Menurutnya, perubahan tersebut dapat membuat ikatan antar mahasiswa baru kurang terjalin karena waktunya dirasa terlalu singkat.
“Karena sekarang online kayaknya kurang berkesan karena aduh ini tingkat keseruannya di mana, ya, bondingnya tuh kurang gitu,” tuturnya saat diwawancarai pada Senin, (7/9).
Alfian berharap mahasiswa baru bisa beradaptasi pada kehidupan perkuliahan meskipun dilakukan secara online. Di sisi lain, Alya berharap kegiatan Taaruf bisa seperti tahun sebelumnya yang dilaksanakan sepenuhnya secara offline.
Reporter: Siti Nur Halizah/SM
Penulis: Siti Nur Halizah/SM
Editor: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
