Kondisi peranti parkir otomatis di kampus Universitas Islam bandung (Unisba) yang sudah terbengkalai karena rusak. (Foto: Muhammad Dwi Septian/Job)
Suaramahasiswa.info, Unisba– Sebanyak enam peranti parkir otomatis di kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) terbengkalai sejak dua hingga empat tahun lalu dan tidak kunjung diperbaiki. Mulyadi, selaku Kepala Pengelolaan Parkir Unisba mengkonfirmasi jika peranti parkir yang ada di sekitar Jl. Tamansari belum diaktifkan sebab tidak adanya dana untuk perbaikan.
Dirinya menjelaskan terkait rencana dana perbaikan peranti parkir otomatis akan dialokasikan dari hasil tarif parkir di Unisba. Namun, hingga saat ini dana tersebut masih difokuskan untuk membayar gaji sembilan orang petugas parkir karena anggaran tidak mencukupi.
Mulyadi mengungkapkan dana tarif parkir tidak terpenuhi sebab banyaknya mahasiswa yang enggan membayar. Menurutnya, mahasiswa seperti sengaja mengambil sepeda motor larut malam saat petugas sudah pulang, sehingga tidak perlu membayar parkir.
Ia pun mengatakan, dalam kondisi perkuliahan blended pendapatan tarif parkir menurun dibandingkan dengan perkuliahan tatap muka langsung, yaitu kisaran 18 juta per bulan. Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk membayar gaji petugas sebesar Rp 1.850.000 per orang.
Disamping itu, dana yang diperlukan untuk memperbarui peranti parkir tersebut mencapai 15 juta per unit. “Beli modul, Satu unitnya seharga 15 juta, tapi dananya pun belum ada.” Jelasnya.
Selain terkendala dana, Mulyadi juga menjelaskan jika kendala lain sering terjadi pada mesin yang sering panas ketika beroperasi. “Sekarang kalau dinyalakan jalan sih, tapi tetap error lagi, paling sekitar 30 sampai 40 sepeda motor mesinnya akan panas.” Ujar Mulyadi, saat ditemui di Gedung Dekanat pada Jumat (30/12).
Salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Baihaqi berpendapat jika peranti digunakan kembali akan membuat tempat parkir lebih aman. “Lebih enak menggunakan peranti parkir otomatis karena lebih aman.” Tuturnya.
Selain Baihaqi, mahasiswa Fakultas Teknik (FT), Muhammad Ripki Sholahudin mengatakan Peranti tersebut harus berjalan beberapa waktu terlebih dahulu untuk dapat melihat efektivitasnya. Meskipun begitu, ia juga berharap peranti parkir ini dapat berjalan agar mahasiswa dapat tertib dalam hal parkir.
Reporter: Muhammad Dwi Septian & Nabiel Kurnia S. Bustomi/Job
Penulis: Muhammad Dwi Septian/Job
Editor: Tsabit Aqdam Fidzikrillah/SM
