Namun masih banyak kekurangan yang dimiliki, misalnya pada kampus Unisba yang berlokasi di Jl.Rangga Gading no.8 menuai banyak kritik dari kalangan mahsasiwa. Secara infrastruktur gedung lima lantai ini mempunyai lebar anak tangga yang berukuran kecil dan sering dikeluhkan mahasiswa. Selain itu ruangan mushola yang berada di lantai dua memiliki ukuran sangat kecil dan mirisnya sering dimanfaatkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas dan bergosip.Hal ini sering membuat risih orang-orang yang hendak melaksanakan shalat. “Ya namanya juga mushola berarti untuk shalat bukan untuk ngerjain tugas atau ngobrol-ngobrol di situ, apa lagi musholanya kecil” tutur Euis Pusvitta fakultas Syariah 2011.
Tidak ada pilihan bagi mereka yang merasa terhambat akan hal itu, mereka harus melaksanakan sholat di mushola lantai paling atas yang luasnya lebih besar “mushola yang luas nya lebih besar kenapa harus di lantai paling atas ya? Jadi kalau mau shalat keburu lemes duluan naiki tangga” tutur Rehan mahasiswa Fakultas Syariah.
Bukan hanya itu, lapangan parkir pun masih menjadi keluhan bagi banyak mahasiswa karena lahannya sempit sehingga memaksa mereka untuk memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Keberadaan kantin pun dipertanyakan, mereka hanya mengandalkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di depan kampus untuk sekedar mengganjal perut. “Kita sih pengennya ada Kopma lah minimal walau enggak selengkap kampus utama” harap Lusi Lusiana fakultas Syariah.
Perbedaan fasilitas antara kampus utama dan kampus di Rangga Gading sangat terlihat. Bila kampus utama masih menggunakan kipas angin, kampus di Rangga Gading sudah menggunakan AC pada setiap ruangannya. “kalau di Rangga Gading sih suasanya adem, udah pake AC di tiap ruangan, beda banget sama kampus utama yang panas dan pengap” tutur Euis Pusvitta lagi. Berbeda dengan Dienul Islami mahasiswa fakultas Syariah yang berpendapat kalau kampus utama lebih nyaman dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Mereka mempunyai pendapat yang berbeda tentang hal ini, intinya setiap kampus mempunyai fasilitas yang masih kurang, dengan biaya kuliah yang mahal, seharusnya Universitas bisa memberikan fasilitas yang lebih baik pada mahasiswa. Mereka juga mengharapkan adanya tindakan dari pihak Unisba akan masalah ini
Menanggapi keluhan tersebut Pak Mulyadi bagian sarana prasarana kampus mengatakan bahwa pemakaian AC di kampus utama akan dirancang sebagaimana kampus di Rangga Gading, namun masih menunggu perintah dari pihak yayasan. Mereka juga sedang memikirkan tentang kendala yang akan muncul dalam peklaksanaannya, seperti penambahan daya listrik dan biaya. Disinggung masalah kantin di kampus Rangga Gading, tidak adanya lahan menjadi kendala juga. “Sebenarnya ada lahan kosong disana tetapi pihak Universitas lebih mendahulukan lahan itu untuk pembangunan laboratorium hewan untuk fakultas Farnasi” tutur Pak Mulyadi, selain itu saat disinggung soal lahan parkir, pihak yayasan masih belum ada perencanaan untuk tempat parkir di Rangga Gading. Namun untuk lahan parkir di kampus utama Taman Sari sedang dalam perancangan untuk dibangun bertingkat memakai baja, tepatnya akan di bangun di lahan parkir belakang aula dan lahan parkir di dekat kopma.
Semoga semua rancangan bukan hanya sekedar rancangan, kita semua butuh realisasi solusi.
