Ilustrasi mahasiswa yang sedang menunggu keberlangsung Sidang Tengah Periode (STP). (Ilustrasi: Alfira Putri Marcheliana Idris/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba– Dewan Amanat Mahasiswa (DAM) Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan Sidang Tengah Periode (STP) Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba (BEMU) pada Senin, (16/2). STP tersebut dinilai berlangsung terlambat karena terlaksana pada bulan kesepuluh periode BEMU 2025/2026.
Ketua DAMU, Nabil Zufar Gumiwang mengatakan pelaksanaan STP seharusnya dilaksanakan pada Oktober. “Kan harusnya STP di Oktober, cuma saya baru diparipurnakan itu di Desember akhir dan itu kan momentumnya tahun baru otomatis anak-anaknya nggak ada, liburan dan segala macem. Baru rampung persuratan itu di Pertengahan Januari makanya kenapa baru dimulai STP.” Jelasnya saat diwawancarai pada Senin, (16/2).
Nabil menambahkan, pihak kemahasiswaan universitas memerintahkan untuk menyegerakan STP dan memulai periodesasi baru karena sudah mengalami keterlambatan. Ia melanjutkan, keterlambatan tersebut merupakan tanggung jawab internal DAM dan kemungkinan berasal dari kesalahan kepemimpinan sebelum masa jabatannya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DAM Fakultas Syariah, Muhammad Raza ungkap bahwa STP tahun ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atau evaluasi. “Ini sifatnya pertanggungjawaban atau pengevaluasian, ya, mungkin nanti diperpanjang untuk hari-harinya karena ini menanggung kemaslahatan umat manusia,” ujarnya pada Senin, (16/2).
Adapun, Ahmad Zaki selaku ketua DAM Fakultas Teknik menuturkan STP kali ini tidak sesuai dengan ranah yang seharusnya. Menurutnya, pelaksanaan STP tersebut kurang pantas karena terdapat banyak kekurangan, terutama dari segi persiapan.
“Ini tingkat universitas kan, tingkat tertinggi dalam pengambilan keputusan dan juga evaluasi. Menurut saya, kurang pantas, banyak kekurangan dalam persiapan. Secara administrasi, saya sebagai Sekretaris Dewan DAM FT melihat, sangat prihatin, lah, STP kali ini tidak semestinya dilakukan.” Tutur Ahmad.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa, Kamal Rahmatullah menyampaikan STP kali ini menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai progresivitas yang telah dilakukan oleh BEMU. Terlebih, sebagai ruang untuk menerima saran dan kritik yang dapat membangun dan direalisasikan pada periode berikutnya.
Ia berharap, pasca pelaksanaan STP dapat menjadi sebuah momentum yang menghasilkan gagasan untuk diperbaiki bersama-sama. “Ngomongin BEMU atau DAMU, tadi juga kan ada beberapa saran yang kiranya bisa dilakukan pasca STP untuk berbicara kebermanfaatan BEMU dan DAMU,” kata Kamal.
Raza berharap, berbagai hasil evaluasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti dengan perbaikan dan peningkatan improvisasi. Ahmad berharap, BEMU dapat konsisten menjalankan hasil evaluasi dan rekomendasi yang telah disampaikan, serta tidak berhenti pada janji semata saat STP berlangsung.
Terakhir, Nabil mengharapkan BEMU dapat lebih mengkonsolisir Ormawa terutama UKM dan BEMF. “Saya lihat per hari ini (Senin-Red) DAM ngeliat BEMU, ya, kurang adanya rangkulan mungkin ke anak-anaknya, cuma sejauh ini ada beberapa yang udah aman, gitu aja,” pungkasnya.
Reporter: Raisa Aleyda Nurunnisa/Job & Shabrina Al Rasyid/Job
Penulis: Fajar Al Fariji/Job
Editor: Alfira Putri Marcheliana Idris/SM
