Bandung, Indonesia — AIESEC in Bandung menyelenggarakan program volunteer internasional bertajuk “On The Map” sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Bandung. Program ini berlangsung selama empat minggu dan melibatkan mahasiswa lokal Bandung sebagai Local Volunteer (LV) serta Exchange Participants (EP) dari Pakistan dan Vietnam. On The Map berfokus pada implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 8.9, yaitu pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menciptakan lapangan kerja, mendorong budaya lokal, dan meningkatkan citra destinasi.
Program On The Map dilaksanakan di berbagai titik strategis Kota Bandung pada tahun 2026. AIESEC in Bandung merancang kegiatan berbasis budaya Sunda dan penguatan UMKM agar peserta tidak hanya memahami konsep pariwisata, tetapi juga berkontribusi langsung pada ekosistem ekonomi kreatif lokal. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemuda lokal dan internasional untuk mengenal Bandung melalui pendekatan budaya, edukasi, dan praktik kewirausahaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Opening Ceremony yang dihadiri oleh perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung (Disbudpar), mitra kolaborasi AIESEC in Bandung, pengurus AIESEC in Bandung, Local Volunteer, serta Exchange Participants. Pembukaan ini menandai dimulainya kolaborasi lintas sektor antara organisasi kepemudaan internasional, pemerintah daerah, dan mitra lokal dalam mempromosikan Bandung sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan berbasis budaya.
Selama empat minggu pelaksanaan, peserta mengikuti agenda eksplorasi budaya Sunda yang dikemas secara aplikatif. Salah satu kegiatan utama adalah agenda Pathways & Pintu, di mana peserta berkeliling Kota Bandung menggunakan bandros untuk mengenal sejarah, bangunan ikonik, dan kawasan strategis pariwisata. Selain itu, peserta juga mengunjungi perkampungan di Bandung untuk memahami kehidupan masyarakat lokal serta potensi wisata berbasis komunitas.
AIESEC in Bandung juga mengintegrasikan unsur edukasi budaya melalui kegiatan bersama siswa SMA Tunas Unggul. Dalam kegiatan ini, Exchange Participants dan Local Volunteers mencicipi makanan khas lokal, berdiskusi tentang perbedaan budaya, serta memperkenalkan nilai keberagaman kepada pelajar. Aktivitas ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lintas budaya sekaligus memperkuat hubungan antara pemuda internasional, pemuda lokal, dan institusi pendidikan di Bandung.
Selain eksplorasi kota, program On The Map menekankan praktik nyata melalui internship berbasis UMKM. Exchange Participants menjalani penugasan di dua mitra usaha kreatif, yaitu Lost in Clay dan Hasan Batik. Di Lost in Clay, peserta mempelajari proses pembuatan keramik atau pottery, mulai dari pembentukan tanah liat, hingga finishing produk. Sementara itu, di Hasan Batik peserta mempelajari teknik membatik, pengenalan motif, serta nilai filosofi yang terkandung dalam kain batik sebagai warisan budaya Indonesia.
Tidak hanya berfokus pada produksi, peserta juga dilibatkan dalam pembuatan konten promosi digital untuk UMKM. Konten yang dihasilkan berupa foto, video, dan konsep storytelling untuk media sosial guna membantu meningkatkan visibilitas produk lokal Bandung. Upaya ini sejalan dengan tujuan SDGs 8.9 dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Program On The Map turut menghadirkan workshop terbuka untuk publik yang membahas pengembangan diri dan kewirausahaan. Workshop ini mengangkat topik personal branding dan membangun bisnis, dengan pembicara dari TAVI serta Founder AfterOffice. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum, mahasiswa, dan pemuda Bandung yang ingin meningkatkan kapasitas diri di bidang profesional dan bisnis kreatif.
Organizing Committee President (OCP) Program On The Map menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kontribusi nyata bagi Kota Bandung. OCP Program On The Map menyatakan, “Program On The Map menjadi wadah kolaborasi bagi pemuda lokal dan internasional untuk terlibat langsung dalam pengembangan pariwisata Bandung melalui pendekatan budaya dan UMKM. Melalui kegiatan ini, AIESEC in Bandung mendorong pemuda untuk memahami nilai budaya Sunda sekaligus memperkuat UMKM lokal agar lebih dikenal secara global.”
Perwakilan dari Disbudpar Kota Bandung juga memberikan apresiasi terhadap kolaborasi ini. Dalam sambutannya, perwakilan Disbudpar menyampaikan, “Kolaborasi antara AIESEC in Bandung, mitra lokal, dan pemuda internasional penting untuk memperkenalkan budaya Sunda serta potensi wisata Bandung ke tingkat yang lebih luas. Kegiatan ini dapat menjadi sarana promosi pariwisata berbasis komunitas yang berkelanjutan.”
Salah satu Exchange Participant asal Vietnam turut membagikan pengalamannya selama mengikuti program On The Map. Peserta tersebut mengatakan, “Program On The Map menarik karena memberikan kesempatan untuk mengenal budaya Sunda secara langsung. Exchange Participants mempelajari proses membatik, memahami nilai budaya lokal, serta mendapatkan pengalaman internship di pottery yang mengajarkan berbagai teknik pembuatan keramik.”
Program ini melibatkan Local Volunteers dari berbagai perguruan tinggi di Bandung serta Exchange Participants dari Pakistan dan Vietnam. Selama empat minggu, peserta menjalani agenda mingguan yang mencakup eksplorasi kota, internship UMKM, produksi konten digital, workshop publik, serta kegiatan edukatif bersama komunitas dan pelajar.
Melalui On The Map, AIESEC in Bandung menargetkan terciptanya peningkatan kesadaran terhadap pariwisata berkelanjutan, penguatan kapasitas UMKM lokal, serta pertukaran budaya antarnegara. Program ini menjadi bagian dari komitmen AIESEC in Bandung dalam mendukung pencapaian SDGs melalui peran aktif pemuda.
Ke depan, AIESEC in Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan program kepemudaan yang berdampak dengan menghubungkan pemuda lokal dan internasional dalam proyek sosial yang relevan dengan kebutuhan Kota Bandung.
