Sejalan dengan kegiatan mentoring ini, terdapat kekurangan yang tidak memuaskan bagi para peserta yang mengikutinya, begitu yang disampaikan oleh Alfi Fauzia Hakim mahasiswa Fikom 2011.“Waktu itu, saya datang jam 7 pagi, eh pementornya malah telat datangnya jam 8 dan ini menjadi kurang efektif ” Keluh Alfi.
Dari pihak pementor, Rosella, menanggapi keluh kesah Alfi, “seharusnya peserta sendiri proaktif dan inisiatif untuk menghubungi pihak pementor untuk mengetahui alasan ketidak-hadirannya dalam kegiatan tersebut, karena kami sebagai pementor pun tidak memungkiri bahwa kami memiliki kesibukan yang berbeda-beda” ungkapnya. Ketidak-efektifan yang dirasakan Alfi, diamini juga olehnya karena kinerja BOMPAI yang kurang sistematis menjadi salah satu pemicu tersendatnya pelaksanaan mentoring ini.
Bersamaan dengan hal itu, Angga selaku Sekretaris Umum BOMPAI menuturkan, bahwa banyak sekali kendala secara teknis yang mengakibatkan kurang efektifnya pelaksanaan mentoring ini. “Pihak BOMPAI tidak menyalahkan pementor, karena sejak awal penyeleksian, kami hanya memiliki dua syarat apakah dia mau dan mampu bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, karena mereka yang masih menjadi mahasiswa memiliki kesibukan masing-masing”, Tegasnya.
Pihak BOMPAI sangat berharap pelaksanaan mentoring untuk kedepannya dapat lebih baik dan terkoordinasi secara sistematis. Bila ada masalah-masalah tentang mentoring, diharapkan untuk tidak segan untuk memberi kritik dan saran karena itu dapat menjadi masukan untuk kami sebagai panitia pelaksana.

