Kronologis kejadian sendiri masih simpang siur. Rahmat Jenar, Office Boy yang biasa menangani sampah dedaunan menjadi kompos menegaskan bahwa “ pertama kali kabel listriknya dipotong pada sabtu yang lalu, malam sebelum Milad Unisba” ujar pria yang berprofesi sebagai Cleaning Service Unisba ini. Mesin yang digunakan sebagai tambahan uang masuk dan untuk mengisi waktu luang para petugas kebersihan ini terletak di taman kelinci kampus Unisba di Jalan Taman Sari no. 1 dengan posisi kerangka jerjak yang masih rapi tanpa lecet sedikitpun.
Pihak Satpam Unisba sendiri menyatakan mereka mengecek keadaan kampus sendiri pada jam 09.00 sampai 10.00, dan Komandan Regu (Danru) memastikan lagi pada jam 01.00 dinihari masih melihat mesin kompos di tempatnya. Danru menambahkan “Kerja pencurinya terlihat rapi dan sepertinya sudah mengetahui situasi di lapangan,” Ucap pria yang sering disapa Cevi ini. Sementara itu, mereka baru menerima laporan dari pihak kebersihan Unisba sendiri pada pagi hari. Pihak kampus akan mengadakan rapat mengenai hilangnya mesin kompos dengan pihak-pihak terkait untuk menemukan titik terang. Cevi juga berharap agar di Unisba diberlakukan jam malam, agar civitas akademika unisba yang menginap tidak diperbolehkan keluar masuk di wilayah kampus pada jam-jam tertentu sehingga lebih mudah dikontrol.
Semoga ini menjadi pelajaran agar semua pihak dapat bersama-sama menjaga fasilitas di kampus biru ini.

