Medan, 9 Mei 2026 — AIESEC in Universitas Sumatera Utara (USU) melalui program Incoming Global Volunteer (iGV) – Happy Bus Summer Peak 2026 menyelenggarakan kegiatan Capacity Building bertajuk How to Teach: Sparks Young Mind & How to Handle: Beyond The Surface di Aula Magister Manajemen USU. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian persiapan bagi peserta sebelum menjalankan kontribusi sosial dalam proyek Happy Bus, sebuah proyek yang berfokus pada pendidikan inklusif dan pengembangan pemahaman lintas budaya bagi anak-anak.
Kegiatan ini diikuti oleh Organizing Committee (OC) serta Exchange Participant (EP) Pham Han Gia dari Vietnam sebagai bagian dari proses pengembangan kapasitas peserta dalam menghadapi lingkungan komunitas secara langsung. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali keterampilan komunikasi, pendekatan pengajaran, serta pemahaman mengenai karakter anak untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Mengusung semangat global learning, empathy, dan youth leadership, Capacity Building Happy Bus iGV Summer Peak 2026 menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan perspektif pengalaman internasional dengan pendekatan praktis dalam mendampingi anak-anak.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC), meliputi penyambutan peserta, pengenalan agenda, penyampaian tujuan kegiatan, serta emotional check-in untuk membangun suasana belajar yang nyaman, terbuka, dan mendukung partisipasi aktif selama sesi berlangsung.
Sesi pertama, “How to Handle: Beyond The Surface“, dibawakan oleh Dina Nazriani, S.Psi., M.A. yang memberikan pemahaman mengenai pendekatan dalam menghadapi berbagai karakter dan perilaku anak selama proses pembelajaran. Peserta diperkenalkan pada cara memahami alasan di balik perilaku anak, mengidentifikasi kebutuhan mereka, serta menentukan pendekatan yang sesuai dalam menghadapi tantangan di lingkungan komunitas.
Dalam sesi ini, Kak Dina juga membagikan berbagai contoh situasi yang berkaitan dengan perilaku anak di lingkungan masyarakat. Peserta kemudian berdiskusi dalam kelompok dengan menganalisis permasalahan menggunakan pendekatan 5W + 1H, mulai dari memahami penyebab, dampak, hingga menyusun solusi yang dapat diterapkan ketika menjalankan aktivitas bersama anak-anak di proyek Happy Bus.
Setelah sesi utama, peserta mengikuti Q&A Session bersama pemateri untuk menggali lebih dalam mengenai implementasi materi, tantangan saat berinteraksi dengan anak, serta cara membangun hubungan yang positif dan suportif selama kegiatan sosial berlangsung.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi kedua bertajuk “How to Teach: Sparks Young Mind“ yang dibawakan oleh Yoseline Abelia. Pada sesi ini, Yoseline membagikan pengalaman pribadinya sebagai Exchange Participant dalam proyek Global Volunteer di Korea Selatan, khususnya mengenai pengalaman mengajar dan berinteraksi dengan anak-anak dari latar belakang budaya yang berbeda.
Melalui pengalaman tersebut, Yoseline menjelaskan bahwa proses mengajar dalam lingkungan internasional membutuhkan kemampuan komunikasi, kreativitas, adaptasi, serta pemahaman terhadap keberagaman budaya. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai cara menciptakan aktivitas pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak.
Sesi ini memberikan gambaran bahwa peran seorang volunteer dalam proyek Happy Bus tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membangun koneksi, menciptakan rasa aman, dan menghadirkan pengalaman belajar yang positif bagi anak-anak. Perspektif global yang dibagikan Yoseline diharapkan dapat menginspirasi peserta untuk menerapkan pendekatan yang lebih kreatif dan inklusif dalam kegiatan pembelajaran.
Selain materi utama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Commitment to Action (CTA) yang mengajak peserta merefleksikan pembelajaran yang diperoleh. Peserta menyusun komitmen sederhana yang dapat diterapkan selama menjalankan proyek, terutama dalam membangun komunikasi, meningkatkan empati, serta memberikan kontribusi nyata kepada komunitas.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pengisian satisfaction survey, dokumentasi bersama, serta sesi check-out sebagai refleksi pengalaman peserta selama mengikuti kegiatan. Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta memperoleh bekal untuk memperkuat kesiapan sebelum berinteraksi langsung dengan anak-anak dalam proyek Happy Bus.
Melalui Capacity Building Happy Bus iGV Summer Peak 2026, AIESEC in USU berharap para peserta mampu mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kemampuan mengajar, serta pemahaman lintas budaya yang dapat diterapkan selama pelaksanaan proyek. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan setiap aktivitas dalam Happy Bus dapat memberikan dampak positif dan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak.
Dengan semangat youth leadership dan global impact, AIESEC in USU terus berkomitmen menciptakan ruang pengembangan bagi pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif melalui pengalaman internasional dan kegiatan sosial berbasis komunitas.
Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan perubahan positif, AIESEC in USU mengajak generasi muda untuk mengembangkan potensi dan kepedulian sosial melalui program Global Volunteer, sebuah wadah bagi pemuda untuk memperluas wawasan, berkolaborasi dengan individu dari berbagai latar belakang budaya, serta terlibat langsung dalam proyek yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat global. Melalui pengalaman tersebut, peserta diharapkan mampu mengubah ide dan kepedulian menjadi aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat.
