Penumpukan Sampah Di Beberapa Wilayah Kota Bandung

oleh: Nadya Oktarina
BANDUNG –SM. Penumpukan sampah rumah tangga maupun indrustri terus meningkat di beberapa wilayah kota Bandung . termasuk di Pasar Tradisional Sederhana, Jl. Jurang No.1 Bandung. Penumpukan sampah ini terjadi di karenakan kendala dari jumlah kendaraan yang terbatas dan cuaca musim penghujan.
“selalu ada penanganan dari pemerintah setiap bulan setiap ada permasalahan sampah , pemerintah sendiri memberikan usaha seperti melebarkan TPA/TPS tapi volume sampah di Bandung banyak , dan yang membuang ke sini bukan warga daerah sini saja. Kendala masalah ini berasal dari transportasi kendaraan yang terbatas dan cuaca menimbulkan banyak resiko” terang Mulyadi (55) selaku ketua RW 6 keluarahan Pasteur.
Selain menimbulkan bau busuk penumpukan sampah juga memberikan kerugian bagi pedagang yang berjualan di sekitaran sampah , salah satu pedagang mengungkapkan karena keterbatasan wilayah pasar sederhana ia terpaksa untuk berjualan disekitaran tumpukan sampah.
“ saya bertahan berjualan disini karena lahan untuk berjualan tidak ada lagi , semejak sampah semakin menumpuk penghasilan saya jualan disini menurun drastis. Saya tidak hanya berjualan pagi hari saja , tetapi malem hari saya berjualan ikan basah juga memang menurunya drastis orang-orang pada bau pada ga mau , apalagi belanja lewat aja pada ga mau ,” Ucap Yani salah satu pedagang di Pasar Sederhana.
Penumpukan sampah di kelurahan Pasteur ini terjadi secara continue ,meskipun tiap hari ada pengangkutan perbandingannya 1:2 keluarnya satu masuknya dua .bahkan untuk beberapa RT membuang sampahnya di pinggiran jalan sehingga membuat sekitaran jalan sederhana menjadi kumuh.
“ harapan saya pada pemerintah jelas dengan adanya PLTS , pembuatan pupuk organik . dan banyak upaya pemerintah lainnya , serta ada progress untuk membuat bank sampah yang di buat pupuk organik perindividu perumah, semoga tidak hanya slogan dan penyuluhan tapi ada praktik yang jelas” tutup mulyadi.
