Acara kampanye yang digelar dalam dua tahap ini bertujuan memberikan kesempatan kepada para calon ketua untuk mengapresiasikan visi dan misi mereka didepan ‘masyarakat’ Pertambangan secara langsung.
Jas Almamater Teknik Pertambangan yang khas dengan warna kuningnya telah memenuhi Tangga Batu sejak pukul 09.00 – 15.00 WIB. Walaupun dengan terik matahari yang menyengat, para penonton tetap antusias.
Seperti yang dipaparkan oleh Deni Saputra salah satu anggota himpunan pertambangan angkatan 2010 “Semua yang merasa bagian dari himpunan pasti akan ikut serta dan merasa wajib untuk terlibat dalam kegiatan seperti ini,” selain itu Denipun menyampaikan harapanannya agar siapapun nanti calon yang terpilih akan membawa mahasiswa pertambangan menjadi lebih baik.
Pada pemilihan tahun ini ada empat kandidat yang mencalonkan diri untuk mengikuti pemilihan yaitu, M. Tasmiadi, Iqbal, Nata, dan Wendi. Walaupun persaingan berlangsung ketat, tapi hubungan antar kadidat tetap terjaga dengan baik. “Hubungan diantara semua kandidat baik, kita bersaing secara sehat, karena kita yang memakai jas almamater ini, kita saudara,” ujar M. Tasmiadi, salah satu kandidat.
Kampanye monolog visi dan misi mengawali sesi acara. Rata-rata kandidat menjanjikan kemakmuran bagi masyarakat Pertambangan dan diakhiri dengan kampanye dialog yang menunjukan kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan para calon ketua.
“Saya menjual apa yang saya punya, apa yang saya bisa, kalau voting itu hak masyarakat Pertambangan. Siapapun yang menang dan kalah itu hak masyarakat yang memilih, dan yang menang berarti itu memang dia yang berhak untuk menang,” tutur M. Tasmiadi yang memiliki jargon ‘yang muda yang berkreasi’ ketika diwawancarai.
