Bandung, 16 Mei 2026 – AIESEC in Bandung menghadirkan Local Volunteer Summer Peak 2026/2027, sebuah program pengembangan kepemimpinan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman lintas budaya, memperluas jaringan, serta mendorong peserta untuk menciptakan dampak nyata melalui kegiatan volunteering.
Sebagai bagian dari program, Local Volunteer Bootcamp dilaksanakan dalam delapan sesi secara daring dan luring. Melalui kurikulum tiga blok, sesi yang dipimpin para ahli, dan ruang jaringan khusus, peserta dipersiapkan untuk menjalani perjalanan kepemimpinan sebelum terlibat dalam proyek-proyek yang berkontribusi pada SDG 8 dan SDG 13.
Dalam perjalanan tersebut, Local Volunteer berperan sebagai pendamping Exchange Participant dalam mengenal kehidupan dan budaya Bandung, termasuk melalui kegiatan yang memperkenalkan warisan budaya Sunda. Peran ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk membangun pengalaman dan pemahaman lintas budaya.
Program Local Volunteer Summer Peak 2026/2027 berlangsung mulai dari 16 Mei hingga 8 Agustus 2026. Setelah mengikuti rangkaian pembekalan, para Local Volunteer akan melanjutkan perjalanan volunteering mereka melalui dua proyek utama, yaitu “On The Map” dan “Green Leaders”, bersama Exchange Participant (volunteer internasional).
Rangkaian Local Volunteer Summer Peak 2026/2027 diawali dengan agenda “From Here Your Journey Grows” yang dilaksanakan secara daring pada 16 Mei 2026. Agenda ini memberikan pemahaman awal kepada Local Volunteer mengenai Global Volunteer, sejarah dan nilai-nilai AIESEC, cara kerja AIESEC, Learning Development Model (LDM), portofolio AIESEC, serta program pertukaran AIESEC sebagai bekal untuk menjalani rangkaian program selanjutnya.
Selanjutnya, agenda “Breaking Barriers Within” dilaksanakan pada 23 Mei 2026 di Nutrihub dengan menghadirkan Aliza Nur Muhammad, S.Psi., CP.NLP., CODS., CCHP., CCP., CTRP, Co-Founder & Business Development Manager Biro Psikologi Nusara, sebagai pembicara dalam sesi Future Leader. Melalui sesi ini, peserta diajak untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kesadaran diri, serta mengelola overthinking melalui refleksi dan diskusi. Peserta juga mendapatkan lembar kerja untuk membantu mengenali dan memahami diri sebagai bagian dari proses pengembangan kepemimpinan.
Agenda “SDGs Horizon” dilaksanakan pada 29 Mei 2026 di Arah House sebagai sesi pengenalan mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) dan penerapannya dalam proyek. Peserta diperkenalkan pada latar belakang, tujuan, serta pentingnya SDGs secara global, kemudian mendapatkan pembahasan lebih mendalam mengenai SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim. Sesi ini bertujuan mendorong pola pikir berkelanjutan sekaligus membantu peserta mengintegrasikan aspek pertumbuhan ekonomi dan aksi iklim dalam pelaksanaan proyek.
Agenda “Bandung Crossroads” dilaksanakan pada 30 Mei 2026 di Museum Sejarah Kota Bandung dengan menghadirkan Ryan Valdani Ahmad, M.Hum., Koordinator Museum Monpera Jawa Barat dan pejabat fungsional ahli pertama pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, serta Samuel Somadibrata, pengajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris EPLC Bandung. Melalui sesi interaktif, Kak Ryan memperkenalkan perkembangan budaya Bandung secara kontemporer, termasuk perkembangan tipografi dan kuliner, serta kaitannya dengan SDG 8 dan SDG 13.
Sementara itu, Kak Samuel membawakan materi mengenai komunikasi lintas budaya untuk memperkuat empati, kepercayaan diri, dan kemampuan peserta dalam berinteraksi di lingkungan multikultural. Kegiatan juga dilengkapi dengan empathy mapping, roleplay, dan refleksi untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap budaya Bandung sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi dan adaptasi.
Selanjutnya, agenda “Equipping Leaders with Leadership” dilaksanakan pada 5 Juni 2026 di MARKPLUS, Jakarta. Kegiatan diawali dengan company tour untuk memberikan peserta gambaran mengenai lingkungan dan dunia kerja, kemudian dilanjutkan dengan hands-on workshop bersama Hanif Biasmara, Associate at MARKPLUS, CORP. sekaligus pemimpin Product Analyst Team of MarkPlus Sales Academy.
Sesi ini berfokus pada pengembangan keterampilan digital marketing yang relevan dengan SDG 8, mulai dari pemahaman konsep dasar hingga penyusunan social media content plan. Peserta kemudian mengerjakan studi kasus secara berkelompok, mempresentasikan solusi kreatif, dan mendapatkan umpan balik dari pembicara sebelum mengakhiri rangkaian kegiatan dengan museum tour.
Sebagai agenda penutup sebelum melanjutkan perjalanan volunteering, agenda “Let’s Get Closer” dan “Lead the Seed” dilaksanakan pada 7 Juni 2026 di Museum Sejarah Kota Bandung. Melalui sesi sharing and bonding, peserta mendapatkan wawasan dari pengalaman Local Volunteer dan Exchange Participant sebelumnya mengenai tantangan, peran, serta cara membangun koneksi yang baik selama program.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan hands-on workshop mengenai pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan yang relevan dengan SDG 13, termasuk praktik waste journaling menggunakan material bekas. Sesi ini menghadirkan M. Arifianto D., M. Rayhan Haziq, dan Kayla Nadhira Permana Putri sebagai pembicara pada “Let’s Get Closer”, serta Chelsea Nadaa Ainiyyah Aditia pada “Lead the Seed”.
Setelah menyelesaikan rangkaian pembekalan, Local Volunteer bersama Exchange Participant melanjutkan perjalanan volunteering melalui proyek “On The Map” dan “Green Leaders”. Dalam “On The Map”, Exchange Participant dari Pakistan, Tiongkok, dan Vietnam berkontribusi melalui kegiatan internship di berbagai usaha lokal seperti peuyeum Pak Dadan, Kabobs, dan Bakso Iga Gedongan.
Sementara itu, “Green Leaders” melibatkan Exchange Participant dari Vietnam, Tiongkok, dan Portugal dalam kegiatan yang berfokus pada aksi lingkungan, seperti plogging dan pembersihan sampah di Lembah Tengkorak, pengelolaan sampah bersama anak-anak di Cibunut, serta kegiatan edukasi dan penanaman di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lembang. Melalui kedua proyek tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan masyarakat lokal sekaligus menerapkan pembelajaran yang diperoleh selama rangkaian Local Volunteer Bootcamp.
Sebagai bagian dari penutup rangkaian program, Local Volunteer mengikuti LC Debrief sebagai ruang refleksi dan apresiasi atas perjalanan yang telah dilalui. Kegiatan ini diisi dengan presentasi pengalaman dan pencapaian proyek, sesi informasi mengenai peluang proyek selanjutnya, serta permainan interaktif untuk mempererat hubungan antar peserta. Rangkaian ditutup dengan pemutaran after movie dan highlights perjalanan, pemberian apresiasi kepada peserta dengan kontribusi terbaik, serta sesi evaluasi untuk menghimpun masukan peserta terhadap keseluruhan program.






