Tanggapan Dekan Dakwah Terkait Unjuk Rasa Ahok

Bambang S. Ma’arif tengah menjelaskan perihal kasus gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap menistakan agama Islam. Ia juga memberikan tanggapan mengenai unjuk rasa yang akan digelar Organisasi Masyarakat (ORMAS) pada Jumat mendatang pada Rabu (2/10/2016) di Ruangannya.(Devi Misilu/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba- Unjuk rasa nasional yang akan dilakukan pada Jum’at (4/10) di depan Istana Jakarta, memicu banyak tanggapan dari masyarakat Indonesia. Demo ini bertujuan untuk mendesak proses hukum terhadap gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok yang dianggap menistakan agama Islam. Pernyataan Ahok terkait ayat Al-Qur’an itu mengatakan bahwa kita sebagai rakyat jangan sampai mau dibohongi dengan pernyataan dalam surat Al-Maidah ayat 51, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpin(mu)”.

Dilansir dari laman Kompas.com, Ketua Umum Partai Gerindra Probowo Subianto berharap unjuk rasa yang digelar sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) pada Jumat mendatang berjalan dengan sejuk. Selain itu, Ia pun mengatakan semua pihak harus sadar bahwa Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari banyak suku, agama dan ras. Oleh karena itu, persatuan harus dijaga.

Bambang S. Ma’arif selaku Dekan Fakultas Dakwah turut berkomentar perihal kasus Ahok ini. Menurutnya kita sebagai rakyat Indonesia harus menghargai bhineka di Indonesia, dengan keberagaman suku, rasa, bahasa dan agama. Kemudian tidak boleh saling menyinggung berbagai kebhinekaan di Indonesia. Ia menambahkan kasus Ahok ini sangat mengecam kesalahan sikap pemimpin di Indonesia dengan segala perkataan dan pernyataan yang dicetuskan pada kampanye beberapa waktu lalu.

Menurutnya, perkataan Ahok tentang surat Al Maidah itu jelas menyinggung umat Islam yang ada di Indonesia, karena secara tidak langsung ia beranggapan bahwa ayat tersebut itu tidak sesuai dengan ketetapan yang ada. Sedangkan, sudah tertera dalam Al-Qur’an, bahwa kita harus saling menghargai dan toleransi antar umat beragama. Ia pun berpendapat dalam unjuk rasa yang akan dilakukan nanti sudah menjadi hak bangsa Indonesia untuk menyalurkan aspirasi tentang kasus Ahok yang menistakan agama Islam ini.

“Tentu sudah menjadi hak setiap orang, khususnya umat Islam untuk berpendapat serta berkomentar. Apalagi dalam kasus yang sudah menjatuhkan prinsip mutlak dalam agama Islam ini, karena tidak seharusnya pejabat besar di Indonesia bersikap seperti itu,” ujarnya

Riswan Alhusaeri, sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi ikut berkomentar. Ia berpendapat bahwa Ahok memang sudah keterlaluan, berani mengutip ayat Al-Qur’an mengenai Al Maidah ayat 51 agar mempengaruhi warga Jakarta di Kepulauan Seribu untuk memilihnya. Ia pun, mendukung dengan adanya unjuk rasa dari berbagai Ormas yang akan segera digelar. Karena unjuk rasa tersebut merupakan suatu langkah yang dilakukan oleh umat Islam untuk mempertegas bahwa siapa pun yang berani menistakan agama Islam, maka umat Islam akan menjaga martabat dan aqidahnya.

“Semoga dengan adanya unjuk rasa yang akan segera digelar Ormas Indonesia, aparat penegak hukum mampu menegakkan hukum secara tegas, cepat proporsional dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan,” pungkasnya (Devi Misilu/SM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *