Tabula Rasa Seni Rupa dalam Locart 2015

Galeri Hidayat Jl. Sulanjana no.36 Bandung, kembali disambangi oleh pameran seni rupa Locart 2015 pada tanggal 9-11 Oktober ini. Konon, hajat besar kelompok kreatif Acreators ini diikuti oleh 25 seniman muda yang memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda.(Hasbi Ilman/SM)

Suaramahasiswa.info, Bandung – Setelah sukses dua kali menggelar pameran pada tahun 2014 kemarin, kolektif kreatif Acreators Projects Bandung kembali menunjukan taring eksistensinya di tahun ini: Locart 2015 di galeri Hidayat, Jl. Sulanjana No. 36, Bandung. Pameran yang dilaksanakan dari tanggal 9 hingga 11 Oktober 2015 ini menunjuk Erwin Windu Pranata (Ewing) dan Mufti Priyanka (Amenkcoy) dari ‘Pemandangan’ sebagai kurator hajat yang diikuti oleh 25 seniman muda Bandung, yang mayoritas masih menjadi mahasiswa.

Mengambil tajuk ‘Tabu Loro Show’ dari kata ‘tabula rasa’ yang berarti ‘kertas kosong’, Locart 2015 ini dimaksudkan untuk membuka keterbukaan ekspresi kesenian juga transfer ilmu antara kurator dan seniman yang memamerkannya. “Karena yang berpameran juga masih mahasiswa, saya juga pengen ngasih masukan untuk mereka seperti dokumentasi ide, gagasan, artefak-artefak berkarya untuk menguatkan karyanya,” tutur Ewing (34), kurator pameran ini.

Yang unik adalah, tidak semua para seniman yang memamerkan karyanya berdasar pendidikan seni rupa dan desain. Ada beberapa seniman yang berbasis pendidikan pertanian, psikologi, akuntansi, dan lain sebagainya. “Karena seni rupa juga bagian dari keilmuan, ia juga harus bisa dipertanggungjawabkan,” tambah pria yang berbalut kacamata tersebut.

Raden Arif Kharismanto (22), seniman yang merangkap mahasiswa tingkat akhir Pertanian Unpad mengungkapkan bahwa inspirasi utama ia dalam berkarya berasal dari mata kuliah yang dipelajarinya, Hama dan Tumbuhan. “Apalagi di Pertanian Unpad, ada beberapa mata kuliah yang mewajibkan mahasiswanya untuk menggambar,” ujarnya.

Rizky Zakaria (24), seniman cum-pengajar yang turut memamerkan ‘Power Anger Series’nya pun mengapresiasi Locart 2015 ini. Salah satu sebabnya ialah: pameran ini tidak hanya diikuti oleh seniman yang memiliki basic seni rupa dan desain. “Menarik sih, biasanya di Bandung, seni rupa teh itu-itu terus. Membuka kemungkinan baru juga,” tutup pria yang akrab disapa Iky tersebut. (Hasbi Ilman/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *