Suara Mahasiswa

Nakal, Tajam, Menggelitik

Alternatif Artikel

Super Blood Moon, Kejadian Langka yang Patut Disyukuri

Illustrasi Gerhana Bulan Total. (Tsabit Aqdam Fidzikrillah/Job)

Pada hari Rabu (26/5), warga dunia dihebohkan dengan fenomena langka alam semesta  yaitu gerhana bulan total atau super blood moon. Pada malam itu, ramai-ramai warga Indonesia mengabadikan momen langka ini dalam smartphone nya untuk disebarkan di media sosial, media televisi pun ikut menyiarkan keindahan alam semesta ini. Selain itu, gema takbir juga berkumandang sebab mensyukuri nikmat Allah SWT yang tidak ada tandingan nya.

Tapi, super blood moon itu apa sih?

Menurut Badan Meterologi, Krimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan total terjadi karena posisi matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus sehingga sinar matahari yang sampai ke bulan tertutupi oleh besar nya bumi.

Terlepas dari penjelasan sains, ada juga penjelasan menurut islam yang diambil dalam istilah Fuqaha’ bahwa خسوف atau gerhana bulan adalah peristiwa di mana cahaya bulan menghilang baik sebagian atau total pada malam hari sebab  terhalang oleh bayangan bumi karena posisi bulan yang ada di balik bumi dan matahari.

Lantas, mengapa bulan bisa terlihat berwarna merah?

Bulan dapat terlihat berwarna merah karena fenomena ini terjadi bersamaan dengan fenomena perige, yaitu bulan akan terlihat lebih besar 13,77 persen dan berwarna lebih terang 29,1 persen, juga disertai warna kemerahan karena jarak bumi dan bulan sangat dekat. warna kemerahan dari bulan itu adalah kombinasi sinar merah dari matahari terbit dan terbenam yang terjadi pada saat bersamaan serta di pengaruhi oleh banyaknya debu atau awan dari atmosfer bumi.

Nah, warna merah ini lah yang menjadi alasan mengapa dinamakan gerhana bulan darah atau super blood moon karena bulan bagaikan dilapisi oleh darah yang berwarna merah.

Sebelum terjadi fenomena super blood moon, bulan melewati tujuh fase perubahan bentuk yaitu, awal bulan penumbra atau awal terjadinya bayangan samar pada bulan di luar bumi, awal bulan sebagian, awal bulan total, puncak gerhana, akhir bulan total, akhir bulan sebagian, dan akhir bulan penumbra. Fase super blood moon berada di puncak gerhana sebelum akhirnya berhenti di akhir bulan penumbra.

Di dalam Al-Quran dijelaskan pula bahwa bulan dan matahari dianggap mempunyai cahaya masing-masing, baik sifat dan gerakan nya itu berbeda. Matahari bersinar dan bulan bercahaya. Seperti firman Allah yang tercantum dalam Q.S. Yunus ayat 5.

dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan di tetapkan dalam manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengehtahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”

Oleh sebab itu, patutnya kita selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan dan selalu mengamati setiap peristiwa yang muncul, karena bumi hanya menerima kejadian ekstrem ini sekali dalam beribu-ribu tahun. Allah SWT pula yang maha mengetahui ada makna apa dibalik peristiwa ini, pun seberapa besar kadar bahaya dan kadar aman dari setiap kejadian yang terjadi.

Namun sayang, gerhana bulan yang terjadi selama 195 tahun sekali ini hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang tinggal di Asia Timur, Australia, dan benua Amerika. Pun gerhana ini hanya berlangsung selama 14 menit saja dan tentunya dapat disaksikan dengan mata telanjang jika cuaca sedang cerah. Sungguh beruntung kita dapat menyaksikan kejadian langka ini!

Penulis: Putri Mutia/Job

Editor: Tazkiya Fadhiilah Khoirunnisa

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *