Parasite Eve, Sindiran Pandemi Lewat Musik

Illustrasi dari vokalis Bring Me the Horizon (BMtH), Oliver Sykes saat bernyanyi. (Fais Azhar Djohari/SM)

Kasus pandemi Covid-19 yang meluap pada pertengahan 2020, telah membuat warga dunia luluh lantah karenanya, dari ekonomi yang anjlok, kesehatan yang terancam, hingga masyarakat yang panik sebab keadaan. Pada waktu yang bersamaan pula, grup musik asal Inggris menulis sebuah lagu yang serupa dengan keadaan tersebut.

Bring Me the Horizon atau yang lebih dikenal dengan nama BMtH, grup musik rock asal Inggris yang dibentuk pada tahun 2004 silam. Tahun ini, BMtH muncul dengan Extend Play (EP) yang berjudul Post Human : Survival Horror yang berisikan sembilan buah lagu didalamnya. Dari ke sembilan lagu tersebut, ada satu buah lagu yang tersirat pada situasi saat ini, lagu tersebut berjudul Parasite Eve.

Parasite Eve muncul dengan genre Nu Metal dan Electronic Rock. Isi dari lagu ini sangatlah sesuai dengan realita yang sedang terjadi di seluruh penjuru dunia. Liriknya yang menyindir atau sarkastik bertujuan untuk menyentil orang-orang yang beranggapan bahwa pandemi ini hanya omong kosong belaka, para penganut teori konspirasi, dan tentunya pun mengingatkan tentang adanya pandemi.

Lewat kanal YouTube NME pada tanggal 30 Oktober 2020 lalu, sang vokalis Oliver Sykes mengatakan bahwa lagu ini ditulis dalam rentan waktu yang bersamaan sejak pandemi ini terjadi. “We’d heard about the pandemic in China, but then the similarities between what we were writing about started to become closer to reality. Every time there was a news story about it, we’d turn to each other and say ‘Parasite Eve’, not realising the magnitude of it all.”

Sindiran yang diberikan sangatlah jelas, terlihat dari bagian reff Parasite Eve “When we forget the infection. Will we remember the lesson?” ini sangatlah relate dengan apa yang terjadi saat ini. Kita yang terlena dengan istilah new normal seolah melupakan begitu saja betapa bahayanya virus ini. Awalnya kita selalu menjaga diri disaat lockdown, tapi setelahnya kita melupakan hal ini begitu saja.

Pemasukan yang tidak sepadan dengan pengeluaran makin memperkeruh situasi yang ada. Yang ada saat ini hanyalah dilema, aman tapi tak makan, ber-uang tapi terpapar.

 “Please, remain calm, the end has arrived. We cannot save you, enjoy the ride. This is the moment you’ve been waiting for. Don’t call it a warning, this is a war”

Pada bagian lirik ini seakan harus hidup bersandingan dengan pandemi yang sedang terjadi, tetap tenang karena akhir akan datang. Tak ada satupun yang bisa menyelamatkan dirimu kecuali dirimu sendiri, pandai-pandai jaga diri dan tetap tenang.

Kalau akhirnya terkena dampak virus ini? Then fight it, we were in a war, a war with virus. Perang dengan virus dan orang-orang yang tetap mengabaikan betapa bahayanya Covid-19.

Jadi, buat kalian yang masih santai-santai sama virus ini, coba denger lagu ini, siapa tau sadar!

Penulis: Fais Azhar Djohari

Editor: Tazkiya Fadhiilah Khoirunnisa

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *